Agu 19

Waktu yang berharga

Berfikirlah seakan-akan waktu kita tinggal sedikit. Pergunakanlah waktu itu sebaik-baiknya untuk bekal menuju kehidupan yang akan datang.

Pergunakan waktu yang ada,karna hari-hari ini adalah jahat; Efesus 5:16.

Kita ini milik Tuhan, bukan milik dunia. Tidak selamanya kita akan ada didunia ini pada suatu saat akan kembali kepada sang pemilik yaitu Tuhan. Namun kita tidak pernah tahu kapan waktu itu akan datang / tiba.

Hendaknya kita selalu ingat akan sabda Tuhan Mat 24:42 – 43 Hal barjaga-jaga selagi kita masih diberi nafas kehidupan,selagi kita diberi anugrah keselamatan dan kesehatan, selagi akal budi kita masih mampu untuk menentukan yang benar dan salah. Sadarlah bahwa ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, jangan biarkan hari itu berlalu dengan sia-sia. Pergunakanlah waktu itu dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan hal-hal yang berkenan di hati Tuhan. Melakukan berarti berbuat secara nyata dengan satu tujuan demi Kemulian Nya. Keselamatan kita dalam kehidupan yang akan datang. Amin

Ditulis oleh Ibunda
Veronika Yudha Irianti

written by Yudhi Arie Baskoro \\ tags: ,

Jul 20

Kesulitan hidup, kelemahan manusia, kekosongan dan kekeringan dalam Doa, keluhan atas kegagalan harus di lihat sebagai kesempatan yang paling berharga untuk membiarkan Roh Allah mengisi hidup kita, membiarkan Allah Berkarya di dalam kita dan mengubah semua derita menjadi sukacita.

sering karena kelemahan kita, kita tidak tau apa yang kita doakan. Doa yang kita persembahkan dipersembahkan bagi kita oleh Roh Kudus  {Zl:Rm 8:26 } kita kerap mengeluh karena mengalami kekeringan dan kelesuan dalam doa. Hal itu disebabkan di sata pihak kita dapat meramalkan masa depan; dan di lain pihak dalam situasi tertentu kita tidak tahu apa yang terbaik bagi kita.

baik, para rekan-rekan wartakasih inilah yang harus kita renungkan bersama

written by leorius

Jul 08

“Syukur” sudahkah anda mengucapkan kata ini?

setiap hari kita mungkin selalu sibuk dengan kegiatan,pekerjaan,atau hal yang lainnya dan apa pun kesibukan , pekerjaan kita itu selalu membuahkan hasil, entah itu yang kita harapkan maupun tidak. Apa salah kita mengucapkan syukur atas semua itu???

Nah bagi rekan2 wartakasih berikan komentar anda tentang Apakah arti dari Syukur itu? karna saya juga masih belajar dan ingin mendalami Iman.

Terima kasih.

By. andreas novianto setiawan

written by leorius

Jun 27

“Salam Damai Kristus”

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh besar di Dunia ini.Semakin berkembang nya teknologi juga semakin banyak juga ahli di bidang Komunikasi mencari cara untuk memudahkan orang untuk berkomunikasi. Zaman kita ini sudah sangat maju dalam hal komunikasi apalagi terciptanya sarana telekomunikasi yang bisa di gunakan sekalipun itu jarak jauh. sebut saja “Handphone”, seluruh Dunia sudah memakai alat ini, alat yang mudah di bawa kemana-man ini juga berpengaruh besar dalam, entah itu bisnis,pribadi,keluarga dan masih banyak lagi fungsi dari alat ini.

Singkat cerita..
Zaman Kakek saya dulu kalau mau mengikuti MISA pada hari minggu itu kita harus berpuasa 1 malam agar besok pagi  kita bisa mengikuti MISA, nah klo di zaman kita sekarang ini sudah di mudahkan yaitu 1 jam sebelum misa eh … malah 1 jam sebelum Komuni deng… kita tidak boleh melakukan kegiatan apapun di luar dari kegiatan MISA ( ex: makan,minum,ngobrol,merokok,dll ). kebayang gak sudah begitu mudahnya kita di tuntut untuk meluangkan 1-2 jam untuk mengucap Syukur kepada TUHAN di hari minggu dan kita punya 6 hari untuk melakukan kegiatan di luar MISA. tapi mengapa kita malah sering menyakiti Hati TUHAN? kenapa? di dalam gereja kita masih sering makan2,ngobrol dengan teman2,yang parahnya lagi kita menerima telpon atau sms an di dalam gereja disaat MISA berlangsung dan para umat lain sendang Berdoa Kepada TUHAN? pernahkah di benah anda bahwa hal seperti itu akan membuat TUHAN marah??

nah saya ingin kan pendapat dari rekan2 wartakasih, Bagaimana cara mengatasi hal-hal seperti di atas?

terima kasih….kita tunggu tanggapannya…..

written by leorius

Jun 17

Sofi adalah seorang ibu muda. Pukul 17 wib, 14 Juni 2008 dia dibawa ke balai pengobatan baktiwara Koba Bangka karena dia sudah mau melahirkan. Suami mondar-mandir di depan pintu ruang bersalin. Wajah mama kandung Sofi sedikit pucat. Beberapa sahabat menunggu dengan cemas. Tetes-tetes keringat sang bidan mulai mengucur. Seluruh keahlian dikerahkan untuk membantu proses kelahiran Sofi. Seakan anak dalam kandungan masih tetap mau tinggal dalam rahim ibu. Mungkin dia lebih tenang di dalam daripada di luar dunia.

Saudari Elisabet Chin-chin sahabat Sofi menelpon seorang imam di jalan Batu Kadera XXI N0 545 A Pangkalpinang 33147. “Pastor tolong doakan sofi. Lapisan demi lapisan sudah dilalui. Bidan berpengalaman belum juga mampu membantu mengeluarkan bayi dalam rahim Sofi. Mohon doa dari pastor! Doa pastor khan manjur!”

Kepala pastor manggut-manggut. Orang mau melahirkan minta tolong seorang imam. Mungkin Sofi terlalu tegang pada saat dia mau melahirkan anak pertama. Mungkin rasa tegang tersebut membuat dia susah melahirkan. Langkah tepat untuk membantunya adalah menghantar dia rileks. “Ambillah air suci. Buatlah tanda salib di kedua telap kaki, kedua telapak tangan, dan di dahi. Setiap membuat tanda salib sambil mengucapkan dalam nama Bapa dan putera dan roh kudus. Amen. Usaplah jidat Sofi dengan air suci!”

Continue reading »

written by titusbudi \\ tags:

Mei 07

LILIN

Ada 4 lilin yang menyala.
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata:
“Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata:
“Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“Aku adalah Cinta”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala,
kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga
Lilin lainnya:
“Akulah H A R A P A N.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

written by gunawannice

Mei 03

Allah tertawa pada dua hal :

  1. Pada saat seorang dokter berkata:
    “Akan kuselamatkan nyawa orang ini” kepada keluarga pasien, padahal Allah berkehendak akan segera mengambil nyawa pasien itu.
  2. Pada saat orang-orang mematok batas tanah dan membagi-bagi atas nama mereka, padahal seluruh jagad raya beserta isinya seluruhnya adalah milik Allah dan dapat Ia ambil kembali kapanpun Ia berkehendak.

Apa saja point-point dasar dari pernyataan diatas? silahkan direnungkan masing-masing.

written by Yudhi Arie Baskoro

Apr 17

Apa arti agama bagi pribadi kita?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

Ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Menurut Seorang Zen:

Air adalah agama, udara adalah agama, pohon-pohon, batu, segalanya adalah agama

Menurut pribadi saya:

Agama adalah jalan menuju terang. Jalan mana yang kita lalui menentukan akankah kita sampai pada terang yang hakiki atau akan tersesat pada terang yang semu.

Bagaimana “Agama” menurut anda masing-masing?

catatan: Kali ini komentar akan saya moderasi untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

written by Yudhi Arie Baskoro

Mar 31

Banyak orang ketika mengalami sebuah masalah entah itu bisnis yang gagal, kehilangan pekerjaan, dicemooh orang lain, penolakan yang selalu menghampiri, atau mungkin hubungan dengan rekan yang kurang baik, membuat mereka akhirnya memasuki sebuah fase dimana stress, depresi, kehilangan semangat, larut dalam kesedihan, dan segala aktivitas yang berujung kepada kemunduran diri.
Pernahkah Anda mengalami hal demikian?
Apa yang Anda lakukan jika menghadapi kondisi tersebut?

Tak satupun manusia jika ditanya mengingkan sebuah masalah terjadi didepan matanya. Semua pasti menginginkan yang indah dan kehidupan yang normal-normal saja. Tapi manusia hidup tak luput dari permasalahan. Bukan masalah yang harus diperdebatkan secara berkepanjangan, tetapi yang paling penting adalah apa yang kita lakukan terhadap masalah yang dialami.

Didalam tubuh kita, sudah dilekatkan sebuah kemampuan, kepercayaan diri, dan kekuatan luar biasa yang Sang Pencipta berikan. Ia percaya bahwa didalam diri kita masih mampu mengatasinya. Apapun yang Anda hadapi, tidak seharusnya menyerah kepada situasi. Anda mungkin berkata “Kamu tidak mengerti masalah yang kuhadapi ini, begitu tertekannya hidupku ini sampai tak satu orangpun memahaminya”, tapi satu hal yang harus dipahami betul bahwa mungkin masalah yang ada merupakan bagian untuk mendewasakan Anda, masalah yang Anda hadapi merupakan cara untuk membuat Anda belajar.

Continue reading »

written by Muk Kuang

Mar 27

karena ada judul yang mirip, saya buat aja yang ini pake bahasa inggris :)

minggu tanggal 23 maret 2008 kemarin, saya nganterin anak saya ikut sunday school. eh, iya, saya anggota paroki redemptor mundi di surabaya ;) di sana ada english service. jadi sekalian beribadah, belajar inggris juga

nah, pas di sunday school, kakak pembina ngajarin lagu yang
buat saya  agak tersentuh. lagunya sih sederhana, tapi kata-katanya itu lho, kalo direnungin dualem banget.

 thank you for the world so sweet

thank you for the food we eat

thank you for the bird can sing

thank you god for everything

 kadang kita hidup ya udah gitu aja. mata bisa ngeliat, bisa makan kenyang, bisa dengar suara, kita anggap hal biasa. padahal kan itu anugerah. anugerah yang harusnya kita syukuri. tapi berapa sering sih kita bilang terima kasih? nggak usah Tuhan deh yang gak keliatan. ama sesama manusia aja, pernahkah kita berterima kasih pada petugas cleaning service misalnya. pada pemulung, pada tukang sampah, pada siapa aja. kita nggak pernah tau siapa mereka kan. siapa tau aja nih, mereka tuh malaikat yang sedang menyamar :)

written by felisitas