Jan 27

Dalam kehidupan umat katolik kita saling berhubungan erat dalam suatu iktan satu umat, satu lingkungan,satu kring,satu stasi,satu paroki dan seluruh Dunia. sekarang perayaan ekaristi sudah banyak dalam satu minggu bisa ada 5-6 kali. kita sering ke gereja untuk berdoa dan memuji TUHAN dan apakah anda sudah mengerti arti Gereja itu?

sekarang saya mengajak tukar pendapat tentang gereja. ayo kesempatan gak terbatas, bagi yang ingin mengemukaan pendapat nya saya sangat senang.

Menurut saya Gereja katolik adalah : Persekutuan umat katolik dalam satu imam dan kepercayaan.

Nah sekarang kita sharing…..?

Apakah arti Gereja bagi Anda??

written by leorius

Jan 14

BERAPA BESAR BOBOT SEBUAH DOA ?

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah
supermarket.

Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar
diperbolehkan mengutang.

Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak
bekerja.

Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar.

Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan
tentang keluarganya.

“Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang.”

John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.
“Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,”
alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal
mendengarkan percakapan tadi.

Dia mendekati keduanya dan berkata : “Saya akan bayar semua yang
diperlukan Ibu ini.”

Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, “Tidak perlu,Pak.
Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis.

Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?”
” Ya, Pak. Ini,” katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.”
Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan,

dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat
timbangan tersebut.”

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala
sebentar,

menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut,
lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.

Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke
bawah.

Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap
kecil, “Aku tidak percaya pada yang aku lihat.”
Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.

Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan
disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi,

si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain.
Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil
barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas
daftar belanja si ibu kumal tadi.

Dan ia-pun terbelalak.

Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek :
” Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.”

Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya,
dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya.

Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar
kepadanya.

Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak.

Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

KEKUATAN SEBUAH DOA
Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu.

Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa untuk Dia yang
telah mengirimkannya kepada anda.

DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA.
Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.

written by gunawannice

Jan 14

- life is a continuous fight and struggle every day

- when we fight in a war we have a choice whether to win it or to lose it

- in early stage of our spritual life,we have not much experience in winning the fight and we don’t have much weapons with us

and probably most important thing is we still rely on ourselves and use our own power to win all the fights

- as we grow in our spiritual life, we start to have more weapons (see diagram below), we are more ready and more equipped.

We start to introduce God to help us to win those fights

- in every single fight, it is impossible to come out woundless, after each fight, we need some healing to prepare us for another fight,that’s why seeking the Eucharist by going to daily mass,etc is very important so that He could renew us everyday in every day fight of our lives

- so for this new year,what are our resolutions? ? some ppl wanna have something like a new better position at work,wanna have this and that,lose weight,etc etc. How about our spiritual life? Do we have a resolution or even resolutions for our spiritual life? do we wanna win more of our spiritual fights or lose more of them? do we have all the weapons that we need in those fights (see diagram)? I think it is a good time of the year to reflect on this and pray to Him so He will work more in us to give us all the weapons that He thinks we need. Spend time more with Him in daily prayers and be closer with Him as getting to know Him deeper in our lives is something which you never regret…

GBU

Peter, Lisieux 2 & Sie Doa

written by gunawannice

Des 25
Kemarin, 24 Desember 2008, seluruh Gereja Katolik serentak menggelar Misa Malam Natal. Ribuan orang berbondong-bondong datang ke Gereja untuk merayakan peringkatan Kelahiran Sang Juru Selamat, dan Gereja pun memberikan sebuah pesan Natal untuk menjadi bahan renungan kita bersama yaitu mengajak seluruh umat manusia untuk bergandengan tangan dan mewujudkan sebuah kehidupan yang penuh damai.

Kerap kali kita melihat dan mendengar konflik dimana-mana, kekerasan masih terjadi, kericuhan terkadang juga timbul, perselisihan yang tak pernah kunjung usai. Natal tidak sekedar sebuah perayaan semata, Natal tidak sekedar sebuah pesta makan malam, Natal tidak sekedar sebuah ucapan selamat saja, tapi Natal dapat menjadi momentum yang baik bagi kita semua untuk melakukan perubahan. Berubah ke arah yang lebih baik untuk mewujudkan kehidupan yang penuh damai. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan anggota keluarga, berdamai dengan rekan kerja, berdamai dengan sesama, dan juga berdamai dengan lingkungan.

Natal menjadi indah ketika diisi dengan proses untuk mau membaharui diri seturut kehendak-Nya. Banyak orang mengatakan manusia hidup tak pernah luput dari dosa. Hidup dengan rasa dendam, Hidup dengan rasa iri, Hidup dengan penuh emosi, Hidup dengan penuh konflik sana-sini. Hidup dengan tidak dipenuhi rasa syukur, Hidup dengan semangat menjatuhkan orang lain, Hidup dengan kesombongan. Apakah kita juga pernah melakukannya baik secara sadar maupun tidak sadar?

Mengutip salah satu lirik dari Ebiet G.Ade yang mengatakan

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..
 
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum… oh
Berubahlah agar Dia tersenyum
 Lirik yang luar biasa ini, seolah mau mengingatkan saya dan kita semua untuk mulai mengoreksi diri dan membenahi diri ke arah yang positif. Mau melihat diri ini secara utuh dan bertindak jujur terhadap diri sendiri terhadap kesalahan yang pernah kita perbuat. Damai akan terwujud ketika setiap individu mau mengupayakan itu mulai dari dalam sendiri. Kesalahan masa lalu menjadi pelajaran penting untuk kita renungkan agar tidak terulang. Kekesalan di masa lalu hendaknya tidak kita bawa terus menerus.

 

Kita ada di dunia untuk membawa terang bukan kegelapan.

Hidup berdampingan satu sama lain, tanpa adanya kekhawatiran akan saling melukai adalah sesuatu yang banyak orang impikan.Semoga kita mau dan mampu mewujudkannya dalam tindakan nyata di rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan masing-masing

Merry Christmas 2008 and May God Bless You and Your Family

Regards,

Muk Kuang (http://ignatiusmk.blogspot.com)

written by Muk Kuang

Nop 27

CHRIST:

My Child, the highest goal of your life is union with Me in Heaven. Let your intentions throughout the day be guided by this truth. In all things be sure to stay on the path which leads to Heaven. Do not become too deeply interested in the passing desires and brief enjoyments of this earthly life.

I have given you everything that you are and everything you have. All things come to you from Me, the Supreme Good. Whatever comes, accept it, use it, enjoy it, as I wish and as much as I wish

If you think only of satisfying yourself, without considering My approval, your mind becomes confused and your will becomes weak. Mistakes and sins will rob you of peace on earth and of unending happiness in Heaven. In all things, therefore, keep your eyes on Me.

Happy are those who desire only what I want, trying steadily to do My Will. Such people do not let themselves become completely absorbed by their daily activities. They frequently offer their daily activities to Me. They see the brevity of human contentment on Earth

Examine your motives in your daily words and actions. Find out how you may please Me more and avoid everything which may draw you away from Me.

THINK:

I was created for eternal happiness with God in Heaven. Everything else must take second place in my life, because if I lose Heaven, I will be losing everything. The sure guide to Heaven is God’s holy Will. If I follow it in my daily life, every moment on Earth will be a sure step toward the perfect happiness which my heart craves.

PRAY:

My God and loving Father, grant me the wisdom to think, speak and act each day as You want me to. May I never be such a fool as to disagree with your supreme goodness and wisdom. Nothing on earth can bring me any lasting happiness. Therefore, let me never sin for the sake of anything. I want to live for the perfect happiness for which You created me. Amen

From My Daily Bread book by Anthony . J. Paone, S.J. (A Summary of The Spiritual Life, simplified and arranged for daily reading, reflection and prayer)

written by gunawannice

Nop 26

Pada suatu ketika Allah menjamu semua keutamaan, baik yang kecil maupun yang besar, yang sederhana maupun yang gagah berani. Mereka semua berkumpul di suatu ruangan surgawi yang dihias sangat meriah. Segera saja mereka bergembira ria karena mereka sudah saling mengenal dengan baik. Bahkan beberapa sangat dekat berhubungan.

Tiba-tiba Allah melihat dua keutamaan yang cantik yang tampaknya sama sekali tidak saling mengenal dan tidak senang duduk bersama. Maka Allah menggandeng tangan salah satu dan memperkenalkannya kepada yang lain secara resmi. “Rasa terima kasih,” kata Nya, “perkenalkan, inilah Kasih”.

Namun sebelum Allah berbalik, mereka sudah saling menjauh lagi. Dan tersebarlah kisah, bahkan Allah tidak dapat membawa “Rasa terima kasih” ke tempat di mana ada “Kasih”.

written by Yudhi Arie Baskoro

Agu 28

Hahaha, Percaya atau tidak Tuhan bisa bercanda dengan kita, ini saya alami sendiri, beberapa waktu terakhir ini, hidup saya penuh dengan kesuntukan, banyak masalah menimpa, dan karena satu dan yang lain, kita memutuskan untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain (dengan harapan suasana baru akan membawa warna baru di kehidupan keluarga kita) kita sudah berusaha bangkit, menata kembali kehidupan, dan tidak lupa berdoa!, satu hari setelah saya memasang iklan, ada orang menelpon atas nama Anwar, yg mengatakan berminat dengan rumah saya, bla bla bla, akhirnya kita deal (agak heran juga karena orang ini gak pernah liat rumahku kok langsung deal???) Saya cuman berdoa ke Tuhan bahwa kalo ini memang jalan-Mu, maka terjadilah, akhirnya saya tau bahwa orang itu mencoba menipu saya, tapi yg saya heran mengapa kok saya tidak bisa marah, malah saya tertawa lepas, yg beberapa waktu terakhir ini tidak bsia saya lakukan, secara gak sadar saya mengatakan Tuhan kok bercandanya keterlaluan sih ? Tapi setelah itu saya sadar bahwa saya bisa tertawa lepas karena kejadian itu, dan saya percaya bahwa itulah cara Tuhan yg sangat misterius untuk menghibur aku, Hahaha baru aku tahu Allah yg Maha Pengasih dan Penyayang punya selera humor yg bagus pula, terima kasih Tuhan telah mengembalikan tawaku yg hilang………

written by gelvando

Agu 27

Barang siapa tidak tinggal didalam Aku ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering Yoh 15:6

Ranting KeringKita ini ranting dan Yesus pokok anggur.
Ranting tidak akan hidup apalagi berbuah kalau terpisah tidak menyatu dengan pohonnya atau pokok anggur.

Tuhan sungguh maha pengasih yang telah menciptakan kita dan boleh berada didunia ini menyaksikan seluruh karya ciptaanNya yang ada didunia ini karna itu hidup adalah anugrah yang Tuhan berikan pada kita jangan sia-siakan hidup ini dengan menjadi ranting kering yang akhirnya hanya dicampakkan dalam api lalu dibakar.

Jadilah ranting yang selalu menempel pada pokok anggur agar menghasilkan buah yang berlimpah.Artinya kita harus terus bersandar dan berada dalam bimbingan Tuhan,agar kita dapat melalui hari-hari ini, karna iblis selalu mengelilingi kita, mengaung-ngaung bagai srigala yang siap memangsa manusia lemah, kita tidak mampu berbuat sekecil apa pun tanpa Tuhan.

Continue reading »

written by Yudhi Arie Baskoro

Agu 22

Jeritan hati…Ku

Hatiku hampa…
Kering tak berlandas…
Tak dapat kurasakan diriku…

Hilang begitu saja…
Tak dapat kembali lagi…
Sepi aku sendiri…

Tuhan Teriakku…
tolong lah aku…
Aku takut…

Aku tahu Kau pasti …
Pasti tak pernah tinggalkan aku
Tolong…Tuhan…Tolong
Tolonglah anakmu yang berdosa ini..

Aku rindu kan airMU

amin

written by gunawannice \\ tags:

Agu 21

Bagi orang Khatolik kata-kata diatas ini pasti sudah sangat kita kenal, karena kata-kata ini salah satu bagian dari doa yang sangat agung yang Tuhan ajarkan kepada para rasul juga kepada kita semua yaitu doa “Bapa Kami”.

Diatas bumi seperti didalam “surga”adalah suatu tempat dengan keadaan atau suasana yang bahagia secara illahi yaitu Damai.

Tidak ada penderitaan,tidak ada kesedihan,tidak ada amarah,benci,dendam,dll. Damai abadi selamanya kekal. Surga adalah rumah Bapa Tuha kita Yesus Kristus. Sedangkan Bumi tempat kita hidup dan tempat kita tinggal saat ini adalah suatu tempat dengan segudang masalah,segudang penderitaan, gudang problema yang sering ditimbulkan oleh manusia itu sendiri, karna ego, kedagingan, cinta diri sendiri. Sehingga diantara sesama saling membenci, saling menghukum, saling menghujat, bahkan tega saling menghakimi dan membunuh seperti yang terjadi saat ini diatas bumi tercinta ini.

Belum lagi penderitaan karna tekanan ekonomi, yang disebabkan kemiskinan, bisnis bangkrut, terlilit hutang. Sehingga mengalami depresi, stress, putus asa karna tidak tau jalan keluar untuk menyelesaikan semua masalah akhirnya mengambil jalan pintas Bunuh diri atau memilih jalan lain yang tidak berkenan pada Allah.

Dengan semua masalah seperti diatas ini apakah kita dapat merasakan Diatas bumi seperti didalam surga?

Continue reading »

written by Yudhi Arie Baskoro \\ tags: ,