Hahaha, Percaya atau tidak Tuhan bisa bercanda dengan kita, ini saya alami sendiri, beberapa waktu terakhir ini, hidup saya penuh dengan kesuntukan, banyak masalah menimpa, dan karena satu dan yang lain, kita memutuskan untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain (dengan harapan suasana baru akan membawa warna baru di kehidupan keluarga kita) kita sudah berusaha bangkit, menata kembali kehidupan, dan tidak lupa berdoa!, satu hari setelah saya memasang iklan, ada orang menelpon atas nama Anwar, yg mengatakan berminat dengan rumah saya, bla bla bla, akhirnya kita deal (agak heran juga karena orang ini gak pernah liat rumahku kok langsung deal???) Saya cuman berdoa ke Tuhan bahwa kalo ini memang jalan-Mu, maka terjadilah, akhirnya saya tau bahwa orang itu mencoba menipu saya, tapi yg saya heran mengapa kok saya tidak bisa marah, malah saya tertawa lepas, yg beberapa waktu terakhir ini tidak bsia saya lakukan, secara gak sadar saya mengatakan Tuhan kok bercandanya keterlaluan sih ? Tapi setelah itu saya sadar bahwa saya bisa tertawa lepas karena kejadian itu, dan saya percaya bahwa itulah cara Tuhan yg sangat misterius untuk menghibur aku, Hahaha baru aku tahu Allah yg Maha Pengasih dan Penyayang punya selera humor yg bagus pula, terima kasih Tuhan telah mengembalikan tawaku yg hilang………
Barang siapa tidak tinggal didalam Aku ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering Yoh 15:6
Kita ini ranting dan Yesus pokok anggur.
Ranting tidak akan hidup apalagi berbuah kalau terpisah tidak menyatu dengan pohonnya atau pokok anggur.
Tuhan sungguh maha pengasih yang telah menciptakan kita dan boleh berada didunia ini menyaksikan seluruh karya ciptaanNya yang ada didunia ini karna itu hidup adalah anugrah yang Tuhan berikan pada kita jangan sia-siakan hidup ini dengan menjadi ranting kering yang akhirnya hanya dicampakkan dalam api lalu dibakar.
Jadilah ranting yang selalu menempel pada pokok anggur agar menghasilkan buah yang berlimpah.Artinya kita harus terus bersandar dan berada dalam bimbingan Tuhan,agar kita dapat melalui hari-hari ini, karna iblis selalu mengelilingi kita, mengaung-ngaung bagai srigala yang siap memangsa manusia lemah, kita tidak mampu berbuat sekecil apa pun tanpa Tuhan.
Jeritan hati…Ku
Hatiku hampa…
Kering tak berlandas…
Tak dapat kurasakan diriku…
Hilang begitu saja…
Tak dapat kembali lagi…
Sepi aku sendiri…
Tuhan Teriakku…
tolong lah aku…
Aku takut…
Aku tahu Kau pasti …
Pasti tak pernah tinggalkan aku
Tolong…Tuhan…Tolong
Tolonglah anakmu yang berdosa ini..
Aku rindu kan airMU
amin
Bagi orang Khatolik kata-kata diatas ini pasti sudah sangat kita kenal, karena kata-kata ini salah satu bagian dari doa yang sangat agung yang Tuhan ajarkan kepada para rasul juga kepada kita semua yaitu doa “Bapa Kami”.
Diatas bumi seperti didalam “surga”adalah suatu tempat dengan keadaan atau suasana yang bahagia secara illahi yaitu Damai.
Tidak ada penderitaan,tidak ada kesedihan,tidak ada amarah,benci,dendam,dll. Damai abadi selamanya kekal. Surga adalah rumah Bapa Tuha kita Yesus Kristus. Sedangkan Bumi tempat kita hidup dan tempat kita tinggal saat ini adalah suatu tempat dengan segudang masalah,segudang penderitaan, gudang problema yang sering ditimbulkan oleh manusia itu sendiri, karna ego, kedagingan, cinta diri sendiri. Sehingga diantara sesama saling membenci, saling menghukum, saling menghujat, bahkan tega saling menghakimi dan membunuh seperti yang terjadi saat ini diatas bumi tercinta ini.
Belum lagi penderitaan karna tekanan ekonomi, yang disebabkan kemiskinan, bisnis bangkrut, terlilit hutang. Sehingga mengalami depresi, stress, putus asa karna tidak tau jalan keluar untuk menyelesaikan semua masalah akhirnya mengambil jalan pintas Bunuh diri atau memilih jalan lain yang tidak berkenan pada Allah.
Dengan semua masalah seperti diatas ini apakah kita dapat merasakan Diatas bumi seperti didalam surga?
Waktu yang berharga
Berfikirlah seakan-akan waktu kita tinggal sedikit. Pergunakanlah waktu itu sebaik-baiknya untuk bekal menuju kehidupan yang akan datang.
Pergunakan waktu yang ada,karna hari-hari ini adalah jahat; Efesus 5:16.
Kita ini milik Tuhan, bukan milik dunia. Tidak selamanya kita akan ada didunia ini pada suatu saat akan kembali kepada sang pemilik yaitu Tuhan. Namun kita tidak pernah tahu kapan waktu itu akan datang / tiba.
Hendaknya kita selalu ingat akan sabda Tuhan Mat 24:42 – 43 Hal barjaga-jaga selagi kita masih diberi nafas kehidupan,selagi kita diberi anugrah keselamatan dan kesehatan, selagi akal budi kita masih mampu untuk menentukan yang benar dan salah. Sadarlah bahwa ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, jangan biarkan hari itu berlalu dengan sia-sia. Pergunakanlah waktu itu dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan hal-hal yang berkenan di hati Tuhan. Melakukan berarti berbuat secara nyata dengan satu tujuan demi Kemulian Nya. Keselamatan kita dalam kehidupan yang akan datang. Amin
Ditulis oleh Ibunda
Veronika Yudha Irianti
Komentar Terakhir