Mempercayai Allah secara sederhana

November 20, 2007 by anangyb  
Filed under Renungan

jesus christ

Pernah kan mendengar kisah Yesus menyembuhkan orang buta? Kalau lupa-lupa ingat, bukalah Lukas 18:35-43.

Sabtu (17/11/07) kemarin, dengan tanpa persiapan yang cukup saya diminta mengisi renungan bulanan di lingkungan. Duh, beginilah nasib ketua lingkungan! harus siap melakukan apa pun agar dinamika di komunitas basis tidak kendor.

Entah kenapa jemari saya terpaku pada kisah orang buta yang minta kesembuhan pada Yesus. Saya mencoba membaca kisah itu sekali-dua kali. Dilanjutkan browsing internet mencari bahan renungan agar -paling tidak- saya tahan berbicara 20 menit tanpa gagap. Waktu terus berpacu, dan tinggal tersisa 20 menit sebelum acara dimulai.

Dengan segala kepasrahan saya pun mengayunkan kaki menuju tempat renungan bulanan digelar. Aha! justeru saat berjalan kaki, pikiran saya jadi terbuka: mengapa saya tidak meniru si buta dalam kisah yang akan saya bawakan?

Bukankah saya adalah si buta itu? Seorang ketua lingkungan yang begitu katrok soal renung-merenung? Yang tidak paham apa-apa soal sejarah injil, soal kondisi sosial ekonomi saat Yesus hidup? yang hanya tahu sepotong-potong soal ajaran gereja katholik?

Bila si buta dalam kisah injil itu cukup bertanya: ada apaan sih; yang kemudian dijawab orang-orang: ada Yesus lewat!

Sontak si buta langsung memekik tanpa peduli sekitar: Yesus, tolongin aku, dong!

Jadi? yap! Yang perlu saya lakukan saat ini adalah: meyakini Yesus itu ada, dan dia bakal menolong saya!

****

Segalanya pun menjadi begitu lancar. Renungan yang saya pikir bakal tuntas jam delapan malam justeru keasikan sampai molor 30 menit. Satu-dua peserta renungan berkaca-kaca matanya.

Ah, Tuhan. Andai aku mempercayaimu secara lebih sederhana sedari dulu…

 

anangyb.

Popularity: 57% [?]

Balada Pak Keling

May 28, 2007 by anangyb  
Filed under Renungan

Oleh Anang, yb

Tak disangka saya bertemu teman misdinar saya sewaktu masih di Bantul sana.

“Sst, panggil aku Pak Keling.” Katanya sambil tersenyum lebar. Ah, dasar orang ini. Baru saja saya mau menyapa dia dengan panggilan Eko Welut.

Saat itu kami bertemu di tempat orang pas-pasan dan tersisih biasa duduk manis di awal bulan, di depan loket BTN. Biasa lah. Membayar cicilan rumah.

“Kok ganti nama jadi Pak Keling?” tanya saya heran.

“Lho, gimana tho. Saya kan sekarang jadi ketua lingkungan hehehe” katanya sambil terkekeh. Oalah. Keling itu singkatan dari ketua-lingkungan tho.

Read more

Popularity: 23% [?]

Saatnya Mengosongkan Stempel Di Kantong

May 8, 2007 by anangyb  
Filed under Renungan

Bila kau yakin bahwa manusia itu unik,
mengapa pula kantongmu masih penuh dengan stempel ?

Hari mulai merambat petang, suara mesin diesel beradu keras dengan pekik satwa nun di dalam hutan sana. Kami tidak jadi memasang tenda. Danton menawari kami untuk menginap di barak. Danton (komandan peleton) yang satu ini masih muda. Barusan naik pangkat. Pantas saja sewaktu kami singgah, sekitar jam 10 pagi, matanya masih merah.

“kami barusan bangun. Semalaman begadang. Beberapa anggota naik pangkat.” Tuturnya merendah. Padahal satu diantara yang naik pangkat adalah dia juga. Barak yang mereka tawarkan kepada kami terletak di belakang Pos Tentara Terpadu Indonesia-Malaysia Simanggaris, sekitar 700 meter dari garis batas kedua negara, di ujung Kalimantan sana.

Di sekitar lokasi inilah tim kami datang untuk mencari lokasi dan berencana membuat disain tata ruang pos lintas batas darat plus fasiltas pendukungnya. Tadinya kami kira kami harus membuat tenda di tengah hutan, nyatanya ada danton yang baik.

Read more

Popularity: 17% [?]