Aneka kado ini tidak dijual di toko

July 29, 2009 by WK  
Filed under Artikel, Renungan, Sejenak

Loading … Loading …

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

a. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

b. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.

c. DIAM

Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya ruang. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

d. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, “Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

e. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

f. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

g. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

h. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.

Popularity: 100% [?]

Tuhan Tahu

July 22, 2009 by WK  
Filed under Renungan, Sejenak

Semua ada waktunya…; Semua indah pada waktunya…

TUHAN tak akan terlambat…; Juga tak akan lebih cepat…


TUHAN TAHU

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia…
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap… TUHAN TAHU

***
Jika kau sangat diberkati dengan artikel ini, sampaikanlah kepada
teman teman yang kau kasihi !

Popularity: 91% [?]

Rasa terima “Kasih”

November 26, 2008 by Yudhi Arie Baskoro  
Filed under Berita, Renungan, Sejenak

Pada suatu ketika Allah menjamu semua keutamaan, baik yang kecil maupun yang besar, yang sederhana maupun yang gagah berani. Mereka semua berkumpul di suatu ruangan surgawi yang dihias sangat meriah. Segera saja mereka bergembira ria karena mereka sudah saling mengenal dengan baik. Bahkan beberapa sangat dekat berhubungan.

Tiba-tiba Allah melihat dua keutamaan yang cantik yang tampaknya sama sekali tidak saling mengenal dan tidak senang duduk bersama. Maka Allah menggandeng tangan salah satu dan memperkenalkannya kepada yang lain secara resmi. “Rasa terima kasih,” kata Nya, “perkenalkan, inilah Kasih”.

Namun sebelum Allah berbalik, mereka sudah saling menjauh lagi. Dan tersebarlah kisah, bahkan Allah tidak dapat membawa “Rasa terima kasih” ke tempat di mana ada “Kasih”.

Popularity: 77% [?]

Ranting Kering

August 27, 2008 by Yudhi Arie Baskoro  
Filed under Renungan, Sejenak

Barang siapa tidak tinggal didalam Aku ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering Yoh 15:6

Ranting KeringKita ini ranting dan Yesus pokok anggur.
Ranting tidak akan hidup apalagi berbuah kalau terpisah tidak menyatu dengan pohonnya atau pokok anggur.

Tuhan sungguh maha pengasih yang telah menciptakan kita dan boleh berada didunia ini menyaksikan seluruh karya ciptaanNya yang ada didunia ini karna itu hidup adalah anugrah yang Tuhan berikan pada kita jangan sia-siakan hidup ini dengan menjadi ranting kering yang akhirnya hanya dicampakkan dalam api lalu dibakar.

Jadilah ranting yang selalu menempel pada pokok anggur agar menghasilkan buah yang berlimpah.Artinya kita harus terus bersandar dan berada dalam bimbingan Tuhan,agar kita dapat melalui hari-hari ini, karna iblis selalu mengelilingi kita, mengaung-ngaung bagai srigala yang siap memangsa manusia lemah, kita tidak mampu berbuat sekecil apa pun tanpa Tuhan.

Read more

Popularity: 62% [?]

Diatas bumi seperti didalam surga

August 21, 2008 by Yudhi Arie Baskoro  
Filed under Opini, Renungan, Sejenak

Bagi orang Khatolik kata-kata diatas ini pasti sudah sangat kita kenal, karena kata-kata ini salah satu bagian dari doa yang sangat agung yang Tuhan ajarkan kepada para rasul juga kepada kita semua yaitu doa “Bapa Kami”.

Diatas bumi seperti didalam “surga”adalah suatu tempat dengan keadaan atau suasana yang bahagia secara illahi yaitu Damai.

Tidak ada penderitaan,tidak ada kesedihan,tidak ada amarah,benci,dendam,dll. Damai abadi selamanya kekal. Surga adalah rumah Bapa Tuha kita Yesus Kristus. Sedangkan Bumi tempat kita hidup dan tempat kita tinggal saat ini adalah suatu tempat dengan segudang masalah,segudang penderitaan, gudang problema yang sering ditimbulkan oleh manusia itu sendiri, karna ego, kedagingan, cinta diri sendiri. Sehingga diantara sesama saling membenci, saling menghukum, saling menghujat, bahkan tega saling menghakimi dan membunuh seperti yang terjadi saat ini diatas bumi tercinta ini.

Belum lagi penderitaan karna tekanan ekonomi, yang disebabkan kemiskinan, bisnis bangkrut, terlilit hutang. Sehingga mengalami depresi, stress, putus asa karna tidak tau jalan keluar untuk menyelesaikan semua masalah akhirnya mengambil jalan pintas Bunuh diri atau memilih jalan lain yang tidak berkenan pada Allah.

Dengan semua masalah seperti diatas ini apakah kita dapat merasakan Diatas bumi seperti didalam surga?

Read more

Popularity: 67% [?]

Waktu yang berharga

August 19, 2008 by Yudhi Arie Baskoro  
Filed under Renungan, Sejenak

Waktu yang berharga

Berfikirlah seakan-akan waktu kita tinggal sedikit. Pergunakanlah waktu itu sebaik-baiknya untuk bekal menuju kehidupan yang akan datang.

Pergunakan waktu yang ada,karna hari-hari ini adalah jahat; Efesus 5:16.

Kita ini milik Tuhan, bukan milik dunia. Tidak selamanya kita akan ada didunia ini pada suatu saat akan kembali kepada sang pemilik yaitu Tuhan. Namun kita tidak pernah tahu kapan waktu itu akan datang / tiba.

Hendaknya kita selalu ingat akan sabda Tuhan Mat 24:42 – 43 Hal barjaga-jaga selagi kita masih diberi nafas kehidupan,selagi kita diberi anugrah keselamatan dan kesehatan, selagi akal budi kita masih mampu untuk menentukan yang benar dan salah. Sadarlah bahwa ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, jangan biarkan hari itu berlalu dengan sia-sia. Pergunakanlah waktu itu dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan hal-hal yang berkenan di hati Tuhan. Melakukan berarti berbuat secara nyata dengan satu tujuan demi Kemulian Nya. Keselamatan kita dalam kehidupan yang akan datang. Amin

Ditulis oleh Ibunda
Veronika Yudha Irianti

Popularity: 58% [?]

“Manuasia tidak dapat Hidup dan berkarya tanpa Roh Kudus”

July 20, 2008 by leorius  
Filed under Artikel, Renungan, Sejenak

Kesulitan hidup, kelemahan manusia, kekosongan dan kekeringan dalam Doa, keluhan atas kegagalan harus di lihat sebagai kesempatan yang paling berharga untuk membiarkan Roh Allah mengisi hidup kita, membiarkan Allah Berkarya di dalam kita dan mengubah semua derita menjadi sukacita.

sering karena kelemahan kita, kita tidak tau apa yang kita doakan. Doa yang kita persembahkan dipersembahkan bagi kita oleh Roh Kudus  {Zl:Rm 8:26 } kita kerap mengeluh karena mengalami kekeringan dan kelesuan dalam doa. Hal itu disebabkan di sata pihak kita dapat meramalkan masa depan; dan di lain pihak dalam situasi tertentu kita tidak tahu apa yang terbaik bagi kita.

baik, para rekan-rekan wartakasih inilah yang harus kita renungkan bersama

Popularity: 81% [?]

Hati-hati TUHAN marah!

June 27, 2008 by leorius  
Filed under Opini, Renungan, Sejenak

“Salam Damai Kristus”

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh besar di Dunia ini.Semakin berkembang nya teknologi juga semakin banyak juga ahli di bidang Komunikasi mencari cara untuk memudahkan orang untuk berkomunikasi. Zaman kita ini sudah sangat maju dalam hal komunikasi apalagi terciptanya sarana telekomunikasi yang bisa di gunakan sekalipun itu jarak jauh. sebut saja “Handphone”, seluruh Dunia sudah memakai alat ini, alat yang mudah di bawa kemana-man ini juga berpengaruh besar dalam, entah itu bisnis,pribadi,keluarga dan masih banyak lagi fungsi dari alat ini.

Singkat cerita..
Zaman Kakek saya dulu kalau mau mengikuti MISA pada hari minggu itu kita harus berpuasa 1 malam agar besok pagi  kita bisa mengikuti MISA, nah klo di zaman kita sekarang ini sudah di mudahkan yaitu 1 jam sebelum misa eh … malah 1 jam sebelum Komuni deng… kita tidak boleh melakukan kegiatan apapun di luar dari kegiatan MISA ( ex: makan,minum,ngobrol,merokok,dll ). kebayang gak sudah begitu mudahnya kita di tuntut untuk meluangkan 1-2 jam untuk mengucap Syukur kepada TUHAN di hari minggu dan kita punya 6 hari untuk melakukan kegiatan di luar MISA. tapi mengapa kita malah sering menyakiti Hati TUHAN? kenapa? di dalam gereja kita masih sering makan2,ngobrol dengan teman2,yang parahnya lagi kita menerima telpon atau sms an di dalam gereja disaat MISA berlangsung dan para umat lain sendang Berdoa Kepada TUHAN? pernahkah di benah anda bahwa hal seperti itu akan membuat TUHAN marah??

nah saya ingin kan pendapat dari rekan2 wartakasih, Bagaimana cara mengatasi hal-hal seperti di atas?

terima kasih….kita tunggu tanggapannya…..

Popularity: 58% [?]

Lilin Kehidupan

May 7, 2008 by gunawannice  
Filed under Renungan, Sejenak

LILIN

Ada 4 lilin yang menyala.
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata:
“Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata:
“Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“Aku adalah Cinta”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala,
kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga
Lilin lainnya:
“Akulah H A R A P A N.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Popularity: 25% [?]

Mengapa masa Prapaskah 40 hari?

February 17, 2008 by WK  
Filed under Opini, Renungan, Sejenak

Pada awalnya, empat puluh hari masa tobat dihitung dari hari Sabtu sore menjelang Hari Minggu Prapaskah I sampai dengan peringatan Perjamuan Malam Terakhir pada hari Kamis Putih; sesudah itu dimulailah Misteri Paskah. Sekarang, Masa Prapaskah terbagi atas dua bagian. Pertama, empat hari dari Hari Rabu Abu sampai Hari Minggu Pra-paskah I. Kedua, tiga puluh enam hari sesudahnya sampai Hari Minggu Palma. Masa Prapaskah bagian kedua adalah masa Mengenang Sengsara Tuhan.

Makna empat puluh hari dapat ditelusuri dari kisah Musa yang sebagai wakil Hukum (Taurat) dan Elia yang sebagai wakil Nabi. Musa berbicara dengan Tuhan di gunung Sinai dan Elia berbicara dengan Tuhan di gunung Horeb, setelah mereka menyucikan diri dengan berpuasa selama empat puluh hari (Keluaran 24:18, IRaja-raja 19:8). Setelah dibaptis, Tuhan Yesus mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan umum juga dengan berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun. Di sana Ia dicobai setan dengan serangan pertamanya yaitu rasa lapar. Serangan yang sama digunakannya juga untuk mencobai kita agar kita gagal berpantang dan berpuasa dengan godaan keinginan daging. Kemudian setan berusaha membujuk Yesus untuk menjatuhkan diri-Nya agar malaikat-malaikat dari surga datang untuk menatang-Nya. Setan mencobai kita juga dengan kesombongan, padahal kesombongan sangat berlawanan dengan semangat doa dan meditasi yang dikehendaki Tuhan. Untuk ketiga kalinya Setan berusaha membujuk Yesus dengan janji akan menjadikan Yesus sebagai penguasa jagad raya. Setan mencobai kita dengan keserakahan serta ketamakan harta benda duniawi, padahal Tuhan menghendaki kita beramal kasih dan menolong sesama kita.

Selama Masa Prapaskah selayaknya kita hidup sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran. (Efesus 5:8-9).

Sumber : Catholic Online Lenten Pages; www.catholic.org/lent/lent.html

Popularity: 29% [?]