“Apakah Pengertian Gereja katolik?”

January 27, 2009 by leorius  
Filed under Berita, Diskusi, Opini

Dalam kehidupan umat katolik kita saling berhubungan erat dalam suatu iktan satu umat, satu lingkungan,satu kring,satu stasi,satu paroki dan seluruh Dunia. sekarang perayaan ekaristi sudah banyak dalam satu minggu bisa ada 5-6 kali. kita sering ke gereja untuk berdoa dan memuji TUHAN dan apakah anda sudah mengerti arti Gereja itu?

sekarang saya mengajak tukar pendapat tentang gereja. ayo kesempatan gak terbatas, bagi yang ingin mengemukaan pendapat nya saya sangat senang.

Menurut saya Gereja katolik adalah : Persekutuan umat katolik dalam satu imam dan kepercayaan.

Nah sekarang kita sharing…..?

Apakah arti Gereja bagi Anda??

Popularity: 74% [?]

Diatas bumi seperti didalam surga

August 21, 2008 by Yudhi Arie Baskoro  
Filed under Opini, Renungan, Sejenak

Bagi orang Khatolik kata-kata diatas ini pasti sudah sangat kita kenal, karena kata-kata ini salah satu bagian dari doa yang sangat agung yang Tuhan ajarkan kepada para rasul juga kepada kita semua yaitu doa “Bapa Kami”.

Diatas bumi seperti didalam “surga”adalah suatu tempat dengan keadaan atau suasana yang bahagia secara illahi yaitu Damai.

Tidak ada penderitaan,tidak ada kesedihan,tidak ada amarah,benci,dendam,dll. Damai abadi selamanya kekal. Surga adalah rumah Bapa Tuha kita Yesus Kristus. Sedangkan Bumi tempat kita hidup dan tempat kita tinggal saat ini adalah suatu tempat dengan segudang masalah,segudang penderitaan, gudang problema yang sering ditimbulkan oleh manusia itu sendiri, karna ego, kedagingan, cinta diri sendiri. Sehingga diantara sesama saling membenci, saling menghukum, saling menghujat, bahkan tega saling menghakimi dan membunuh seperti yang terjadi saat ini diatas bumi tercinta ini.

Belum lagi penderitaan karna tekanan ekonomi, yang disebabkan kemiskinan, bisnis bangkrut, terlilit hutang. Sehingga mengalami depresi, stress, putus asa karna tidak tau jalan keluar untuk menyelesaikan semua masalah akhirnya mengambil jalan pintas Bunuh diri atau memilih jalan lain yang tidak berkenan pada Allah.

Dengan semua masalah seperti diatas ini apakah kita dapat merasakan Diatas bumi seperti didalam surga?

Read more

Popularity: 67% [?]

Hati-hati TUHAN marah!

June 27, 2008 by leorius  
Filed under Opini, Renungan, Sejenak

“Salam Damai Kristus”

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh besar di Dunia ini.Semakin berkembang nya teknologi juga semakin banyak juga ahli di bidang Komunikasi mencari cara untuk memudahkan orang untuk berkomunikasi. Zaman kita ini sudah sangat maju dalam hal komunikasi apalagi terciptanya sarana telekomunikasi yang bisa di gunakan sekalipun itu jarak jauh. sebut saja “Handphone”, seluruh Dunia sudah memakai alat ini, alat yang mudah di bawa kemana-man ini juga berpengaruh besar dalam, entah itu bisnis,pribadi,keluarga dan masih banyak lagi fungsi dari alat ini.

Singkat cerita..
Zaman Kakek saya dulu kalau mau mengikuti MISA pada hari minggu itu kita harus berpuasa 1 malam agar besok pagi  kita bisa mengikuti MISA, nah klo di zaman kita sekarang ini sudah di mudahkan yaitu 1 jam sebelum misa eh … malah 1 jam sebelum Komuni deng… kita tidak boleh melakukan kegiatan apapun di luar dari kegiatan MISA ( ex: makan,minum,ngobrol,merokok,dll ). kebayang gak sudah begitu mudahnya kita di tuntut untuk meluangkan 1-2 jam untuk mengucap Syukur kepada TUHAN di hari minggu dan kita punya 6 hari untuk melakukan kegiatan di luar MISA. tapi mengapa kita malah sering menyakiti Hati TUHAN? kenapa? di dalam gereja kita masih sering makan2,ngobrol dengan teman2,yang parahnya lagi kita menerima telpon atau sms an di dalam gereja disaat MISA berlangsung dan para umat lain sendang Berdoa Kepada TUHAN? pernahkah di benah anda bahwa hal seperti itu akan membuat TUHAN marah??

nah saya ingin kan pendapat dari rekan2 wartakasih, Bagaimana cara mengatasi hal-hal seperti di atas?

terima kasih….kita tunggu tanggapannya…..

Popularity: 58% [?]

Mengapa masa Prapaskah 40 hari?

February 17, 2008 by WK  
Filed under Opini, Renungan, Sejenak

Pada awalnya, empat puluh hari masa tobat dihitung dari hari Sabtu sore menjelang Hari Minggu Prapaskah I sampai dengan peringatan Perjamuan Malam Terakhir pada hari Kamis Putih; sesudah itu dimulailah Misteri Paskah. Sekarang, Masa Prapaskah terbagi atas dua bagian. Pertama, empat hari dari Hari Rabu Abu sampai Hari Minggu Pra-paskah I. Kedua, tiga puluh enam hari sesudahnya sampai Hari Minggu Palma. Masa Prapaskah bagian kedua adalah masa Mengenang Sengsara Tuhan.

Makna empat puluh hari dapat ditelusuri dari kisah Musa yang sebagai wakil Hukum (Taurat) dan Elia yang sebagai wakil Nabi. Musa berbicara dengan Tuhan di gunung Sinai dan Elia berbicara dengan Tuhan di gunung Horeb, setelah mereka menyucikan diri dengan berpuasa selama empat puluh hari (Keluaran 24:18, IRaja-raja 19:8). Setelah dibaptis, Tuhan Yesus mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan umum juga dengan berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun. Di sana Ia dicobai setan dengan serangan pertamanya yaitu rasa lapar. Serangan yang sama digunakannya juga untuk mencobai kita agar kita gagal berpantang dan berpuasa dengan godaan keinginan daging. Kemudian setan berusaha membujuk Yesus untuk menjatuhkan diri-Nya agar malaikat-malaikat dari surga datang untuk menatang-Nya. Setan mencobai kita juga dengan kesombongan, padahal kesombongan sangat berlawanan dengan semangat doa dan meditasi yang dikehendaki Tuhan. Untuk ketiga kalinya Setan berusaha membujuk Yesus dengan janji akan menjadikan Yesus sebagai penguasa jagad raya. Setan mencobai kita dengan keserakahan serta ketamakan harta benda duniawi, padahal Tuhan menghendaki kita beramal kasih dan menolong sesama kita.

Selama Masa Prapaskah selayaknya kita hidup sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran. (Efesus 5:8-9).

Sumber : Catholic Online Lenten Pages; www.catholic.org/lent/lent.html

Popularity: 29% [?]

Adakah Cahaya dalam Penderitaan?

May 7, 2007 by WK  
Filed under Opini

Hingga kini, nestapa masih menyelimuti ribuan korban lumpur panas Lapindo, gempa Yogya, Nias, musibah Kapal Senopati, AdamAir, dan GIA. Masih adakah harapan di balik derita ini?Ternyata, akumulasi pengalaman traumatik membuahkan frustrasi sosial berlarut. Gejolak emosi korban musibah sering instabil, cepat meletup, dan tak terkendali. Setiap saat, kekecewaan sosial ini dapat memancing perilaku brutal. Kenyamanan hidup sirna. Kapan dan bagaimanakah mereka bisa menormalisasi irama kehidupan?

Cepat atau lambat, frustrasi ini menyengsarakan. Rasa waswas dan takut masih muncul kala ingin bepergian dengan kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Rasa takut berlebihan berupa pesimisme berat bisa membuat seseorang berputus asa. Bayangkan, akibat depresi berat, seorang ibu tega meracuni anaknya sendiri. Bawahan berani tembak atasan (bdk I Wilkinson).

Penderitaan ini bisa menggiring anak-anak bangsa ke era “neokolonialisme” yang tidak pernah serius mengurus kesejahteraan rakyat. Kekacauan dan ketidakpastian sosial ini menuntun anak-anak bangsa memasuki zona Sodom dan Gomora. Hidup tanpa masa depan. Bagaimana menyikapi penderitaan ini?

Read more

Popularity: 12% [?]