Psokologi Gunung Es
July 19, 2007 by Yudhi Arie Baskoro
Filed under Keluarga, Renungan
Diterjemahkan dari tulisan milik Kay Kuzma, Ed. D
Ketika perilaku buruk remaja Anda tiba-tiba muncul, apakah yang harus Anda lakukan untuk menyembuhkannya ?
Billy dengan lantang menentang ibunya, sehingga ibunya menampar dan mengancam untuk “memukulinya sampai babak belur” kalau ia melakukannya lagi. Sepertinya itu menyelesaikan masalah, karena tidak ada lagi perlawanan sesudah itu. Tetapi sore itu, ketika ibunya masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian hendak pergi berbelanja, ia meraih lacinya mengambil kaus kaki. Ia terkejut, menemukan kaki-kaki tiap pasang telah diguntingi.
Ia berhasil memadamkan satu tipe perilaku menyimpang dari putranya, namun telah menimbulkan satu macam lagi yang menyimpang. Mengapa? Karena ia gagal menelusuri latar belakang perilaku yang sesungguhnya dan menyelesaikan perasaan negatif yang menyebabkan kelancangan itu.
FENOMENA GUNUNG ES
Satu kesalahan umum yang sering dilakukan orangtua ketika mendisiplin para remaja mereka adalah menyerang perilaku yang tidak mereka sukai, bukannya mengambil waktu beberapa saat menentukan perasaan dibaliknya yang menyebabkan masalah. Untuk mencegah Anda jatuh dalam jebakan ini, saya sarankan Anda melatih diri memikirkan sebuah gunung es tiap kali remaja Anda melakukan sesuatu yang Anda tidak sukai.
Perkenankan saya menjelaskan apa yang saya maksudkan dengan gunung es. Bongkahan gunung es memiliki enam sampai Tujuh Kali massa di bawah permukaan air daripada diatas. namun jika anda melihat pada gunung es, Anda tidak segera menyadari bagian yang tersembunyi. Jika Anda mengubah bagian atas dengan memilah segumpal, gunung es akan menyesuaikan posisinya di air, dan kemungkinannya adalah beberapa bagian lain akan muncul.
Ini sama dengan perilaku remaja. Tindakan atau sikap negatif, seperti perilaku merusak, kata-kata yang lancang atau kasar, dan tindakan menggoda atau bermusuhan, adalah laksana puncak gunung es. Nah, kecenderungan para orangtua adalah berusaha keras menghilangkan perilaku yang kita temukan menyimpang. Dalam upaya mengubah perilaku itu, kita memukul, membentak, atau mengancam. Memang terkadang kita berhasil, perilaku yang tidak kita inginkan hilang. Tapi bila kita belum mematikan perasaan di baliknya yang menyebabkan tingkah laku itu, maka kemungkinannya adalah tingkah laku yang lain akan muncul di permukaan. Dan tingkah laku kedua mungkin lebih buruk daripada yang kita telah coba hilangkan pertama kali.
Popularity: 19% [?]
