<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warta Kasih</title>
	<atom:link href="http://www.wartakasih.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartakasih.org</link>
	<description>Kabar Gembira-Nya membawa damai dihati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 16:30:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>3 pohon yang di kecewakan Tuhan</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=152</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=152#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 16:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yudhi Arie Baskoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.
Pohon pertama berkata: &#8220;Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya&#8221;.
Kemudian pohon kedua berkata: &#8220;Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.</p>
<p>Pohon pertama berkata: &#8220;Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya&#8221;.</p>
<p>Kemudian pohon kedua berkata: &#8220;Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku&#8221;.</p>
<p>Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya: &#8220;Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku.</p>
<p>Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu&#8230;</p>
<p>Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi&#8230; doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.</p>
<p>Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berfikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi&#8230; ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.</p>
<p>Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap.</p>
<p>Tahun demi tahun berganti&#8230;, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.</p>
<p>Kemudian suatu hari&#8230;</p>
<p>Sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa didalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian&#8230; sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Ditengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai: &#8220;Diam!!!&#8221; Tenanglah&#8221;. Dan badai itupun berhenti.Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja</p>
<p>Akhirnya&#8230; seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya&#8230;</p>
<p><strong>KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG KITA INGINKAN,<br />
KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA YANG INDAH UNTUK KITA </strong></p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=152&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=152</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka kado ini tidak dijual di toko</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=148</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=148#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 07:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejenak]]></category>
		<category><![CDATA[Koleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Loading &#8230; Loading &#8230;
Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
a. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Loading &#8230; Loading &#8230;</p>
<p>Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.</p>
<p><strong>a. KEHADIRAN</strong><br />
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.</p>
<p><strong>b. MENDENGAR</strong><br />
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.</p>
<p><strong>c. DIAM</strong></p>
<p>Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya ruang. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.</p>
<p><strong>d. KEBEBASAN</strong><br />
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, “Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.</p>
<p><strong>e. KEINDAHAN</strong><br />
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.</p>
<p><strong>f. TANGGAPAN POSITIF</strong><br />
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah kado cinta yang sering terlupakan.</p>
<p><strong>g. KESEDIAAN MENGALAH</strong><br />
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.</p>
<p><strong>h. SENYUMAN</strong><br />
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?</p>
<p><em>Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.</em></p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=148&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=148</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Tahu</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=121</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=121#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 11:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WK</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejenak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Semua ada waktunya&#8230;; Semua indah pada waktunya&#8230;
TUHAN tak akan terlambat&#8230;; Juga tak akan lebih cepat&#8230;

TUHAN TAHU
Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia&#8230;
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih&#8230;
Tuhan sudah menghitung airmatamu.
Jika kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" align="center"><span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Comic Sans MS';">Semua ada waktunya&#8230;; Semua indah pada waktunya&#8230;</span></span></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Comic Sans MS';">TUHAN tak akan terlambat&#8230;; Juga tak akan lebih cepat&#8230;</span></span></p>
<p><span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: medium;"><span style="font-size: 13.5pt; font-family: 'Comic Sans MS';"><br />
TUHAN TAHU</span></span></p>
<p>Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !</p>
<p>Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia&#8230;<br />
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.</p>
<p>Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih&#8230;<br />
Tuhan sudah menghitung airmatamu.</p>
<p>Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa<br />
berlalu begitu saja&#8230;<br />
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.</p>
<p>Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.<br />
Tuhan selalu berada disampingmu.</p>
<p>Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi&#8230;<br />
Tuhan punya jawabannya.</p>
<p>Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan&#8230;<br />
Tuhan dapat menenangkanmu.</p>
<p>Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan&#8230;<br />
Tuhan sedang berbisik kepadamu.</p>
<p>Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..<br />
Tuhan telah memberkatimu.</p>
<p>Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .<br />
Tuhan telah tersenyum padamu.</p>
<p>Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi&#8230;<br />
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.<br />
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap&#8230; TUHAN TAHU</p>
<p>***<br />
Jika kau sangat diberkati dengan artikel ini, sampaikanlah kepada<br />
teman teman yang kau kasihi !<span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Comic Sans MS';"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt;"><img src="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;ik=4bdb4d09d6&amp;view=att&amp;th=122a2045b71406e1&amp;attid=0.1&amp;disp=emb&amp;realattid=0.2&amp;zw" alt="" width="32" height="21" /></span></span></p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=121&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=121</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Apakah Pengertian Gereja katolik?&#8221;</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=112</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=112#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 13:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leorius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan umat katolik kita saling berhubungan erat dalam suatu iktan satu umat, satu lingkungan,satu kring,satu stasi,satu paroki dan seluruh Dunia. sekarang perayaan ekaristi sudah banyak dalam satu minggu bisa ada 5-6 kali. kita sering ke gereja untuk berdoa dan memuji TUHAN dan apakah anda sudah mengerti arti Gereja itu?
sekarang saya mengajak tukar pendapat tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan umat katolik kita saling berhubungan erat dalam suatu iktan satu umat, satu lingkungan,satu kring,satu stasi,satu paroki dan seluruh Dunia. sekarang perayaan ekaristi sudah banyak dalam satu minggu bisa ada 5-6 kali. kita sering ke gereja untuk berdoa dan memuji TUHAN dan apakah anda sudah mengerti arti Gereja itu?</p>
<p>sekarang saya mengajak tukar pendapat tentang gereja. ayo kesempatan gak terbatas, bagi yang ingin mengemukaan pendapat nya saya sangat senang.</p>
<p><strong>Menurut saya Gereja katolik adalah : Persekutuan umat katolik dalam satu imam dan kepercayaan. </strong></p>
<p>Nah sekarang kita sharing&#8230;..?</p>
<p>Apakah arti Gereja bagi Anda??</p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=112&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=112</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERAPA BESAR BOBOT SEBUAH DOA ?</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=107</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=107#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 13:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawannice</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[BERAPA BESAR BOBOT SEBUAH DOA ?
Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah
supermarket.
Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar
diperbolehkan mengutang.
Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak
bekerja.
Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.
John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar.
Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BERAPA BESAR BOBOT SEBUAH DOA ?</p>
<p>Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah<br />
supermarket.</p>
<p>Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar<br />
diperbolehkan mengutang.</p>
<p>Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak<br />
bekerja.<span id="more-107"></span></p>
<p>Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.</p>
<p>John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar.</p>
<p>Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan<br />
tentang keluarganya.</p>
<p>&#8220;Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang.&#8221;</p>
<p>John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.<br />
&#8220;Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,&#8221;<br />
alasannya.</p>
<p>Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal<br />
mendengarkan percakapan tadi.</p>
<p>Dia mendekati keduanya dan berkata : &#8220;Saya akan bayar semua yang<br />
diperlukan Ibu ini.&#8221;</p>
<p>Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, &#8220;Tidak perlu,Pak.<br />
Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis.</p>
<p>Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?&#8221;<br />
&#8221; Ya, Pak. Ini,&#8221; katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.&#8221;<br />
Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan,</p>
<p>dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat<br />
timbangan tersebut.&#8221;</p>
<p>Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala<br />
sebentar,</p>
<p>menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut,<br />
lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.</p>
<p>Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke<br />
bawah.</p>
<p>Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap<br />
kecil, &#8220;Aku tidak percaya pada yang aku lihat.&#8221;<br />
Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.</p>
<p>Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan<br />
disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi,</p>
<p>si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain.<br />
Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil<br />
barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.</p>
<p>Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.</p>
<p>Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas<br />
daftar belanja si ibu kumal tadi.</p>
<p>Dan ia-pun terbelalak.</p>
<p>Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek :<br />
&#8221; Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.&#8221;</p>
<p>Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya,<br />
dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya.</p>
<p>Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar<br />
kepadanya.</p>
<p>Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak.</p>
<p>Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.</p>
<p>KEKUATAN SEBUAH DOA<br />
Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu.</p>
<p>Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa untuk Dia yang<br />
telah mengirimkannya kepada anda.</p>
<p>DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA.<br />
Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.</p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=107&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=107</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reflection for you</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=104</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=104#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 13:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawannice</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[- life is a continuous fight and struggle every day
- when we fight in a war we have a choice whether to win it or to lose it
- in early stage of our spritual life,we have not much experience in winning the fight and we don’t have much weapons with us and probably most important [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>- life is a continuous fight and struggle every day</p>
<p>- when we fight in a war we have a choice whether to win it or to lose it</p>
<p>- in early stage of our spritual life,we have not much experience in winning the fight and we don’t have much weapons with us and probably most important thing is we still rely on ourselves and use our own power to win all the fights<span id="more-104"></span></p>
<p>- as we grow in our spiritual life, we start to have more weapons (see diagram below), we are more ready and more equipped.</p>
<p>We start to introduce God to help us to win those fights</p>
<p>- in every single fight, it is impossible to come out woundless, after each fight, we need some healing to prepare us for another fight,that’s why seeking the Eucharist by going to daily mass,etc is very important so that He could renew us everyday in every day fight of our lives</p>
<p>- so for this new year,what are our resolutions? ? some ppl wanna have something like a new better position at work,wanna have this and that,lose weight,etc etc. How about our spiritual life? Do we have a resolution or even resolutions for our spiritual life? do we wanna win more of our spiritual fights or lose more of them? do we have all the weapons that we need in those fights (see diagram)? I think it is a good time of the year to reflect on this and pray to Him so He will work more in us to give us all the weapons that He thinks we need. Spend time more with Him in daily prayers and be closer with Him as getting to know Him deeper in our lives is something which you never regret…</p>
<p>GBU</p>
<p>Peter, Lisieux 2 &amp; Sie Doa</p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=104&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=104</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>May Peace Prevail On Earth</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=101</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=101#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 06:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muk Kuang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, 24 Desember 2008, seluruh Gereja Katolik serentak menggelar Misa Malam Natal. Ribuan orang berbondong-bondong datang ke Gereja untuk merayakan peringkatan Kelahiran Sang Juru Selamat, dan Gereja pun memberikan sebuah pesan Natal untuk menjadi bahan renungan kita bersama yaitu mengajak seluruh umat manusia untuk bergandengan tangan dan mewujudkan sebuah kehidupan yang penuh damai. 
Kerap kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Kemarin, 24 Desember 2008, seluruh Gereja Katolik serentak menggelar Misa Malam Natal. Ribuan orang berbondong-bondong datang ke Gereja untuk merayakan peringkatan Kelahiran Sang Juru Selamat, dan Gereja pun memberikan sebuah pesan Natal untuk menjadi bahan renungan kita bersama yaitu mengajak seluruh umat manusia untuk bergandengan tangan dan mewujudkan sebuah kehidupan yang penuh damai. <span id="more-101"></span></div>
<p>Kerap kali kita melihat dan mendengar konflik dimana-mana, kekerasan masih terjadi, kericuhan terkadang juga timbul, perselisihan yang tak pernah kunjung usai. Natal tidak sekedar sebuah perayaan semata, Natal tidak sekedar sebuah pesta makan malam, Natal tidak sekedar sebuah ucapan selamat saja, tapi Natal dapat menjadi momentum yang baik bagi kita semua untuk melakukan perubahan. Berubah ke arah yang lebih baik untuk mewujudkan kehidupan yang penuh damai. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan anggota keluarga, berdamai dengan rekan kerja, berdamai dengan sesama, dan juga berdamai dengan lingkungan.</p>
<p>Natal menjadi indah ketika diisi dengan proses untuk mau membaharui diri seturut kehendak-Nya. Banyak orang mengatakan manusia hidup tak pernah luput dari dosa. Hidup dengan rasa dendam, Hidup dengan rasa iri, Hidup dengan penuh emosi, Hidup dengan penuh konflik sana-sini. Hidup dengan tidak dipenuhi rasa syukur, Hidup dengan semangat menjatuhkan orang lain, Hidup dengan kesombongan. Apakah kita juga pernah melakukannya baik secara sadar maupun tidak sadar?</p>
<p>Mengutip salah satu lirik dari Ebiet G.Ade yang mengatakan</p>
<div><em> </em></div>
<div><em><span style="#003300;">Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih</span></em></div>
<div><em><span style="#003300;">Suci lahir dan di dalam batin</span></em></div>
<div><em><span style="#003300;">Tengoklah ke dalam sebelum bicara</span></em></div>
<div><span style="#003300;"><em><span>Singkirkan debu yang masih melekat..</span></em><br />
</span></div>
<div><em><span style="#003300;">Kita mesti berjuang memerangi diri</span></em></div>
<div><em><span style="#003300;">Bercermin dan banyaklah bercermin</span></em></div>
<div><em><span style="#003300;">Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini</span></em></div>
<div><em><span style="#003300;">Berusahalah agar Dia tersenyum&#8230; oh</span></em></div>
<div><em><span style="#33cc00;"><span style="#003300;">Berubahlah agar Dia tersenyum</span><br />
<em><span style="#33cc00;"><em><span style="#33cc00"> </span></em></span>Lirik yang luar biasa ini, seolah mau mengingatkan saya dan kita semua untuk mulai mengoreksi diri dan membenahi diri ke arah yang positif. Mau melihat diri ini secara utuh dan bertindak jujur terhadap diri sendiri terhadap kesalahan yang pernah kita perbuat. Damai akan terwujud ketika setiap individu mau mengupayakan itu mulai dari dalam sendiri. Kesalahan masa lalu menjadi pelajaran penting untuk kita renungkan agar tidak terulang. Kekesalan di masa lalu hendaknya tidak kita bawa terus menerus.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p></span></em></p>
<div><strong><span style="#993300;">Kita ada di dunia untuk membawa terang bukan kegelapan.</span></strong></div>
<p>Hidup berdampingan satu sama lain, tanpa adanya kekhawatiran akan saling melukai adalah sesuatu yang banyak orang impikan.Semoga kita mau dan mampu mewujudkannya dalam tindakan nyata di rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan masing-masing</p>
<p><span style="#ff0000;"><strong>Merry Christmas 2008 and May God Bless You and Your Family</strong> </span></p>
<p><span style="#000000;">Regards,</span></p>
<p><span style="#000000;">Muk Kuang (</span><a href="http://ignatiusmk.blogspot.com"><span style="#000000;">http://ignatiusmk.blogspot.com</span></a><span style="#000000;">)</span></div>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=101&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=101</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Man&#8217;s Purpose on Earth</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=99</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=99#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 08:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawannice</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[CHRIST:
My Child, the highest goal of your life is union with Me in Heaven. Let your intentions throughout the day be guided by this truth. In all things be sure to stay on the path which leads to Heaven. Do not become too deeply interested in the passing desires and brief enjoyments of this earthly [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CHRIST:</strong></p>
<p>My Child, the highest goal of your life is union with Me in Heaven. Let your intentions throughout the day be guided by this truth. In all things be sure to stay on the path which leads to Heaven. Do not become too deeply interested in the passing desires and brief enjoyments of this earthly life.  <span id="more-99"></span></p>
<p>I have given you everything that you are and everything you have. All things come to you from Me, the Supreme Good. Whatever comes, accept it, use it, enjoy it, as I wish and as much as I wish</p>
<p>If you think only of satisfying yourself, without considering My approval, your mind becomes confused and your will becomes weak. Mistakes and sins will rob you of peace on earth and of unending happiness in Heaven. In all things, therefore, keep your eyes on Me.</p>
<p>Happy are those who desire only what I want, trying steadily to do My Will. Such people do not let themselves become completely absorbed by their daily activities. They frequently offer their daily activities to Me. They see the brevity of human contentment on Earth</p>
<p>Examine your motives in your daily words and actions. Find out how you may please Me more and avoid everything which may draw you away from Me.</p>
<p><strong>THINK:</strong></p>
<p>I was created for eternal happiness with God in Heaven. Everything else must take second place in my life, because if I lose Heaven, I will be losing everything. The sure guide to Heaven is God&#8217;s holy Will. If I follow it in my daily life, every moment on Earth will be a sure step toward the perfect happiness which my heart craves.</p>
<p><strong>PRAY:</strong></p>
<p>My God and loving Father, grant me the wisdom to think, speak and act each day as You want me to. May I never be such a fool as to disagree with your supreme goodness and wisdom. Nothing on earth can bring me any lasting happiness. Therefore, let me never sin for the sake of anything. I want to live for the perfect happiness for which You created me. Amen</p>
<p><em>From My Daily Bread book by Anthony . J. Paone, S.J. (A Summary of The Spiritual Life, simplified and arranged for daily reading, reflection and prayer)</em></p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=99&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=99</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasa terima “Kasih”</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=97</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=97#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 18:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yudhi Arie Baskoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejenak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu ketika Allah menjamu semua keutamaan, baik yang kecil maupun yang besar, yang sederhana maupun yang gagah berani. Mereka semua berkumpul di suatu ruangan surgawi yang dihias sangat meriah. Segera saja mereka bergembira ria karena mereka sudah saling mengenal dengan baik. Bahkan beberapa sangat dekat berhubungan.
Tiba-tiba Allah melihat dua keutamaan yang cantik yang tampaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika Allah menjamu semua keutamaan, baik yang kecil maupun yang besar, yang sederhana maupun yang gagah berani. Mereka semua berkumpul di suatu ruangan surgawi yang dihias sangat meriah. Segera saja mereka bergembira ria karena mereka sudah saling mengenal dengan baik. Bahkan beberapa sangat dekat berhubungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Allah melihat dua keutamaan yang cantik yang tampaknya sama sekali tidak saling mengenal dan tidak senang duduk bersama. Maka Allah menggandeng tangan salah satu dan memperkenalkannya kepada yang lain secara resmi. “<strong>Rasa terima kasih</strong>,” kata Nya, “perkenalkan, inilah <strong>Kasih</strong>”.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sebelum Allah berbalik, mereka sudah saling menjauh lagi. Dan tersebarlah kisah, bahkan Allah tidak dapat membawa “<strong>Rasa terima kasih</strong>” ke tempat di mana ada “<strong>Kasih</strong>”.</p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=97&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=97</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selera Humor Tuhan ?</title>
		<link>http://www.wartakasih.org/?p=96</link>
		<comments>http://www.wartakasih.org/?p=96#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 15:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gelvando</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartakasih.org/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Hahaha, Percaya atau tidak Tuhan bisa bercanda dengan kita, ini saya alami sendiri, beberapa waktu terakhir ini, hidup saya penuh dengan kesuntukan, banyak masalah menimpa, dan karena satu dan yang lain, kita memutuskan untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain (dengan harapan suasana baru akan membawa warna baru di kehidupan keluarga kita)  kita sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hahaha, Percaya atau tidak Tuhan bisa bercanda dengan kita, ini saya alami sendiri, beberapa waktu terakhir ini, hidup saya penuh dengan kesuntukan, banyak masalah menimpa, dan karena satu dan yang lain, kita memutuskan untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain (dengan harapan suasana baru akan membawa warna baru di kehidupan keluarga kita)  <span id="more-96"></span>kita sudah berusaha bangkit, menata kembali kehidupan, dan tidak lupa berdoa!, satu hari setelah saya memasang iklan, ada orang menelpon atas nama Anwar, yg mengatakan berminat dengan rumah saya, bla bla bla, akhirnya kita deal (agak heran juga karena orang ini gak pernah liat rumahku kok langsung deal???) Saya cuman berdoa ke Tuhan bahwa kalo ini memang jalan-Mu, maka terjadilah, akhirnya saya tau bahwa orang itu mencoba menipu saya, tapi yg saya heran mengapa kok saya tidak bisa marah, malah saya tertawa lepas, yg beberapa waktu terakhir ini tidak bsia saya lakukan, secara gak sadar saya mengatakan Tuhan kok bercandanya keterlaluan sih ? Tapi setelah itu saya sadar bahwa saya bisa tertawa lepas karena kejadian itu, dan saya percaya bahwa itulah cara Tuhan yg sangat misterius untuk menghibur aku, Hahaha baru aku tahu Allah yg Maha Pengasih dan Penyayang punya selera humor yg bagus pula, terima kasih Tuhan telah mengembalikan tawaku yg hilang&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<img src="http://www.wartakasih.org/?ak_action=api_record_view&id=96&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartakasih.org/?feed=rss2&amp;p=96</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
