Mengasihi Allah dan Sesama
April 30, 2007 by Emanuel Setio Dewo
Filed under Renungan
Banyak agama yang mengajarkan agar kita mengimani Allah. Kita harus berserah diri hanya kepada Allah. Cara atau ritualnya pun macam-macam. Bahkan ada yang dengan cara ekstrim. Tetapi percaya atau tidak, walau pun mulut banyak orang memuji & memuliakan Allah, atau bersikap & memakai atribut supaya tampak suci, tetapi sebenarnya banyak orang tidak menghormati & menghargai Allah. Apa pasalnya?
Semua yang keluar dari mulut, setiap atribut yang orang kenakan, semua sikap, ritual dan aturan yang ditaati, semuanya itu tidak dapat menunjukkan hati seseorang yang sebenarnya. Setiap saat orang berseru memuji dan memuliakan Allah. Atribut, sikap dan ritual pun menampakkan seseorang yang suci. Tetapi benarkah mereka suci? Benarkah mereka memuliakan dan memuji Allah dari lubuk hatinya?
Mari kita lihat apa yang terjadi sebenarnya.
Berikut adalah gejala yang banyak terjadi di dunia ini, terutama di Indonesia, yaitu:
1) Adanya perusakan sesama manusia.
Dengan berlindung pada agama, banyak orang yang membenarkan diri untuk menganiaya orang lain. Dengan dalih kebenarannya, banyak orang memojokkan orang lain. Mereka menghina dan merendahkan orang lain. Seolah orang-orang yang tidak sepaham itu tidak ada artinya, harus dipojokkan dan dipinggirkan. Orang yang tidak sepaham dianggap sebagai kafir dan sudah selayaknya dianiaya, bahkan kalau perlu dilenyapkan (baca: dibunuh).
2) Adanya perusakan alam, binatang & tumbuhan.
Sesama manusia saja tidak dihargai, apalagi alam (bumi, binatang dan tumbuhan)? Lihat saja banyak perusakan alam yang terjadi. Wajar saja jika alam berontak dan terjadilah bencana di mana-mana. Tidak hanya bencana yang terjadi karena alam, tetapi juga yg terjadi akibat kecerobohan manusia. Dari lumpur bumi, asap karena kebakaran hutan, sampai punahnya binatang dan pemanasan global.
3) Merusak diri sendiri
Menghargai diri sendiri saja tidak bisa, apalagi menghargai dan menghormati orang lain? Tetapi ternyata banyak sekali manusia yang secara sengaja atau tidak sengaja telah merusak dirinya sendiri. Bentuk dari merusak diri sendiri yang paling ringan misalnya merokok, atau kecanduan narkoba sampai ke yang parah, yaitu menyiksa diri atau bahkan bunuh diri.
Apa pun bentuknya, yang terjadi adalah tidak adanya penghargaan dan penghormatan kepada sesama manusia dan alam (bumi, binatang dan tumbuhan). Semuanya dengan mudah dirusak. Banyak orang yang sangat menjunjung tinggi ego dan ambisinya dan membenarkan dirinya sendiri atau golongannya dengan mengambil semuanya itu untuk kepentingan dirinya sendiri atau pun golongannya. Dan semuanya itu mengakibatkan kerusakan besar dan parah.
Mengasihi Allah Dengan Hati & Perbuatan
Tidak ada artinya kalau hanya mulut yang memuji dan memuliakan Allah, atau hanya karena atribut, sikap dan ritual yang menampakkan citra sebagai orang suci. Tetapi sebenarnya itu semua harus diwujudkan dalam bentuk yang nyata! Bagaimana mewujudkannya?
Mengasihi Allah harus dari lubuk hati dan harus diwujudkan dalam tingkah laku kita sehari-hari. Mengasihi Allah berarti juga mengasihi semua ciptaan-Nya, tidak terkecuali musuh kita. Ciptaan Allah adalah alam semesta ini berikut segala isinya, yaitu manusia (termasuk kita), binatang (di darat, di laut dan di udara), dan juga tumbuh-tumbuhan.
Anda tentu sangat marah atau sedih jika pemberian Anda kepada seseorang kemudian rusak atau bahkan sengaja dirusak oleh orang tersebut. Anda tentu akan merasa bahwa Anda tidak dihargai dan tidak dihormati oleh orang yang merusak itu. Apalagi jika Anda memberikannya dengan hati yang tulus dengan maksud yang baik. Tetapi ternyata pemberian Anda itu rusak atau sengaja dirusak olehnya, misalnya dengan sengaja membantingnya. Lebih menyakitkan jika perbuatan itu dilakukannya di depan mata Anda sendiri.
Semua ucapan terima kasih atau puji-pujian yang diucapkan atau sikap sopan dengan membungkuk yang dilakukan oleh si penerima itu pasti tidak akan ada artinya lagi bagi Anda. Demikian juga dengan Allah. Allah yang dapat melihat apa yang tersembunyi, yaitu yang ada dalam lubuk hati manusia, tidak akan menghargai semua puji-pujian atau atribut atau sikap yang menampilkan citra suci itu jika ternyata manusia tidak menghargai & menghormati ciptaan-Nya yang diberikan-Nya kepada manusia. Sikap munafik seperti itu sangat dibenci dan bahkan dikutuk oleh Allah.
Lalu Bagaimana?
Manusia diciptakan oleh Allah sesuai dengan Citra Allah. Manusia diberi roh sehingga manusia memiliki sebagian kemuliaan Allah. Dan alam seisinya pun diberikan kepada manusia. Jadi? Tidak berlebihan jika Allah juga menuntut agar manusia juga saling mengasihi seperti Allah yang sangat mengasihi manusia. Suatu agama atau ajaran kepada Allah tidak akan ada artinya jika tidak menghargai & menghormati semua ciptaan Allah, yaitu manusia lain, alam, binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Jika kita sudah mulai dapat menghargai & menghormati diri sendiri, sesama manusia dan juga kepada bumi, binatang dan tumbuhan, berarti kita juga menghargai & menghormati Allah yang telah memberikan itu semua kepada manusia. Jangan lupa pada inti dari ajaran Yesus Kristus, yaitu:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:37, bdk: Matius 5:43, 5:44, 19:19, Markus 12:30-31, Lukas 6:27, 6:35, 10:27, Yohanes 15:17)
Oh, iya, mengasihi sesama manusia juga berarti mengasihi musuh. Bacaan terkait yang direkomendasikan:
—
Artikel ini diambil dari: Cara Mengasihi Allah
Popularity: 18% [?]


saya bukan memberikan komentar tp keluhan/pergumulan saya,aku orang cacat sehingga orang tidak mau berteman dengan saya dimanapun saya berada selalu orang menjauh apakah karena aku cacat yang mereka tidak bisa mengambil apa dari aku.tolong bls sobatku yang baik.
@Dear Meldi Manurung,
Tidak usah sedih karena Anda cacat karena cacat fisik bukan berarti cacat jiwanya. Sangatlah menyedihkan bila ada seseorang yang cacat jiwanya walau pun sehat tubuhnya. Dan dewasa ini banyak sekali orang yang cacat jiwanya.
Mohon petunjuk dari Allah agar diberi kekuatan dan ketabahan karena sebenarnya orang yang cacat itu mengemban misi khusus dari Allah supaya karunia Allah dinyatakan atasnya.
GBU.
saya mungkin gak cacat fisik, tapi saya jelas saya juga mempunyai kekurangan [tidak berani berhadapan dengan orang langsung]. Saya bukanlah orang yang bisa bicara dengan lancar jika berhadapan dengan orang, saya juga gak punya banyak teman di kehidupan nyata. tapi Tuhan memberikan jalan bagi saya agar saya berkarya lewat media internet, ternyata Jalan Tuhan sungguh bagus, disini saya bisa mempunyai banyak sekali teman.
Saya tidak memperoleh apapun yang saya mau,
Tetapi saya menerima segala-galanya yg saya butuhkan
Baca artikel Apa Permintaanmu? mungkin akan bermanfaat bagi kita semua. Salam
kit sebagai umat islam yang punya akal fikiran perlu tahuakan kebaikan di dunia dan di akhirat, bahawa keindahan di dunia hanyalah sementara oleh itu, kita hendaklah bersyukur dengan kurniaan tuhan kepada kita semua kerana tanpa tuhan yang menciptakan alam di muka bumi ini sudah tentu kita adalah umat yang sangat rugi dengan keistimewaan.sekian terima kasih.wassalam.