Mar 18

Menunggang Ombak

Pengantar

Saya adalah seorang imam untuk keuskupan Pangkalpinang. Mgr Hilarius Moa Nurak SVD menempatkan saya di KOMSOS (redaksi Tabloit Berkat) sejak 2004. Tugas sehari-hari adalah membantu mengelola Tabloit Berkat. Pada jam kerja setiap hari berada di kantor. Di luar jam kerja banyak orang meminta tolong untuk aneka keperluan seperti mencari sumber mata air, mengecek kesehatan, menengok orang sakit di rumah sakit atau di rumah umat, membantu melayani ekaristi ketika pastor paroki di wilayah Bangka Belitung meminta bantuan, dan lain-lain.

Pastor Calvin, pasto koasi Ujung Beting meminta bantuan kepada saya untuk mencarikan sumber mata air di stasi-sati. Hampir setiap stasi berada di tempat terpisah berjauhan satu sama lain di pulau-pulau di wilayah kepuluan Lingga. Berikut ini cerita pengalaman penulis selama melanglang buana di kepuluan Lingga.

Pulau Tj. Pinang - Pulau Pancur
Saya berangkat bersama pastor Marcel Gabriel, pastor Yance dan Piter Padiservus dan mas Agung Yayasan Cipta Karya dari pelantar II Tanjung Pinang. Rombongan naik kapal Ferry KM Indo Arena 88 pukul 10.45 wib menuju ke pulau Pancur kepulauan Lingga 23 Mei 2005. Pastor Calvin menyambut kehadiran kami pukul 15.25 wib.

Continue reading »

written by titusbudi \\ tags: , ,

Des 11

Malam Kudus (Silent Night)

Ini adalah lagu natal sejati yang diciptakan oleh Joseph Mohr (lirik) dan Franz Xaver Gruber (melodi), dua orang pekerja sebuah gereja di Austria . 185 tahun yang lalu, lagu ini dikumandangkan pertama kali di gereja mereka dalam sebuah perayaan malam Natal . Petikan gitar (organ gereja saat itu sedang rusak) mengiringi Bapak Joseph dan Franz plus paduan suaranya bernyanyi dengan bahasa mereka “Stille Nacht! Heilige Nacht”, tanpa pernah berpikir bahwa lagu itu akan menjadi “lagu wajib” di setiap gereja di seluruh dunia saat Natal .

Karl Mauracher, seorang ‘tukang’ reperasi organ datang ke gereja itu dan membawa pulang catatan lagu itu bersamanya. Karl kemudian membawa catatan itu keluar dari negara Austria dan entah bagaimana bisa sampai ke tangan orang-orang lain dari berbagai profesi dan dari berbagai negara. Lagu itu kemudian terkenal dimana-mana. Keindahan nada dan kata-katanya telah ‘menyentuh’ orang tanpa halangan budaya atau bahasa, hinga kini.

Kesukaan Bagi Dunia (Joy to the World)

Lirik lagu ini diambil langsung dari Alkitab, tepatnya Mazmur 98, oleh seorang Inggris bernama Issac Watts tahun 1719. Seratus tahun kemudian, pencipta lagu berkebangsaan Amerika, Lowell Mason, menciptakan nada untuk lagu itu. Jadilah lagu “Joy to the World” sebagai salah satu hymne Natal yang indah.

White Christmas

ASCAP (The American Society of Composers, Authors and Publishers) menetapkan lagu ini sebagai lagu Natal yang paling sering dinyanyikan dalam kaset rekaman sepanjang sejarah, dengan lebih dari 500 versi dalam 25 bahasa. Lagu ini dinyanyikan oleh Bing Crosby pertama kali tahun 1942 dalam sebuah acara musikal. Irving Berlin si pencipta lagu itu sebenarnya kurang pd dengan lagunya. Tetapi selera pasar berkata lain. Para pendengar yang saat itu berada di tengah-tengah Perang Dunia II, menyukai liriknya yang dirasakan sanggup menghibur mereka yang sedang menghadapi perang pada saat Natal . Sekarang, lagu White Christmas menjadi favorit banyak orang.

Gita Surga Bergema (Hark, The Herald Angels Sing)

Charles Wesley (adik dari John Wesley pendiri Gereje Methodist), menciptakan lirik lagu sebanyak lebih dari 3000 buah termasuk lagu “Hark, the Herald Angels Sing” ini. Sedangkan melodinya diciptakan oleh seorang pemusik bernama Felix Mendelssohn. Lagu Natal yang dikenal dengan irama cepat ini, seharusnya dinyanyikan secara lambat dan khidmat, seperti keinginan para penciptanya. Keinginan itu memang tidak ‘dikabulkan’ oleh William Cummings pemublikasi lagu tersebut tahun 1955. Felix dan Charles tidak bisa protes lebih lanjut karena ketika lagu mereka dipublikasikan, mereka berdua sudah keburu dipanggil Tuhan.

Jingle Bells

Lagu ini memiliki cerita yang menarik. Tahu mengapa? Karena lagu ini sama sekali bukan lagu Natal . Tahun 1859, James Pierpont menciptakannya sebagai lagu ‘kebangsaan’ pertandingan kebut-kebutan antar kereta luncur (sleigh ride). Perlombaan itu hanya diadakan saat musim dingin tiba, karena salju adalah media utama bagi kereta luncur. Pierpont yang adalah seorang penggemar kuda dan adu cepat pada masa itu, merasa perlu menciptakan sebuah lagu riang untuk dinyanyikan saat pertandingan.

Arti lirik refrain lagu itu kurang lebih demikian “Bel berbunyi sepanjang jalan, sangatlah menyenangkan naik diatas kereta luncur yang dibawa oleh seekor kuda”. Entah apa yang menyebabkan lagu Jingle Bells akhirnya diasumsikan sebagai lagu Natal .

Dari beragam keunikan lagu-lagu Natal , intinya hanyalah satu, yaitu untuk membawa suasana kehangatan Natal itu sendiri dalam setiap hati orang yang menyanyikan dan mendengarkannya.

Sumber - diambil dari postingan milis KKMK KAJ

Salam hangat selalu

GUN

written by gunawannice

Okt 09

Masalah demi masalah datang melanda bangsa kita silih berganti. Masalah yang satu ditimpa masalah lain. Seringkali justru masalah tersebut dimunculkan agar masalah sebelumnya tertutupi. Orang akan sibuk dengan masalah baru, dan diharapkan orang lupa dengan masalah sebelumnya.

Orang mudah melupakan hal penting, maka kelemahan ini dipakai oleh orang yang mempunyai hati busuk. Pembunuhan di kantor PDI Perjuangan Jakarta, penembakan mahasiswa tri sakti belum ada penanggungjawab utama, penembakan mahasiswa di jembatan semanggi, pembakaran beberapa supermarket oleh hantu-hantu hidup, pemerkosaan-pembunuhan-penjarahan di hari sabtu kelabu 1998, pembunuhan massal di timor-timor, dan banyak pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia sudah terlupakan oleh bangsa kita. Padahal semua itu belum diselesaikan dengan tuntas oleh pemerintah.

Agar masyarakat lupa dengan semua kejahatan-kejahatan semua itu di atas maka dimunculkannya masalah-masalah baru: pembunuhan munir (sampai sekarang tidak tertemukan pembunuhnya; hebat pembunuhnya atau kekurangprofesionalan intelejen Indonesia?), peledakan bom di bali atau di beberapa hotel di Jakarta, pembunuhan beruntun di poso sampai ada yang dituduh sebagai dalang di balik semua itu, konflik yang meluas di ambon menimbulkan banyak korban jiwa, dan seambreg permasalahan menutupi permasalahan-permasalahan di atas. Kita lupa dengan masalah-masalah penting masa lalu, karena masalah baru timbul atau dimunculkan.

Baca Selengkapnya

written by titusbudi

Sep 26

Hari demi hari berlalu begitu cepat.

Tak ada yang dapat menghentikannya walau hanya sedetik saja.

hidup merupakan perjuangan, seperti sebuah lagu seperti rusa rindukan air.
kadang kita juga dapat kekeringan akan hidup ini.

hampa, kesendirian, bosan, kesedihan, ditinggalkan.

Ya itu pasti terjadi dalam hidup yang fana ini. Kering yang paling berbahaya adalah kering hati, oleh karena itu kita sama seperti sebuah Baterai Hand Phone dapat habis.

Kadang kalau kita terus berputar didalamnya maka tidak akan terselesaikan, kita masih ada Seorang yang selalu menuntun tangan kita untuk keluar dari lingkaran itu.

Tapi kadang kita lupa akan diri, ego, i am a hero. Menyebabkan kita sering menjauhkan diri dari Nya. Tapi Ia tak pernah bosan, capek tapi Ia terus selalu mencari dan menggapai kita.

Seperti Ia meninggalkan 99 dombanya dan mencari 1 nya yang hilang dan tersesat serta mendapatkannya kembali di peluk Nya dengan mesrahnya kita .

Semoga kita semua selalu dalam pelukan Nya yang terkasih

GBU

Salam hangat selalu

GUN

written by gunawannice

Agu 22

Belajar Bijak Dari Nelayan

Pertama ,
Kita tidak boleh sombong . Firman Tuhan mengatakan bahwa
orang yang tinggi hati akan direndahkan . Sebaliknya , orang yang rendah hati akan
ditinggikan pada waktunya .

Kedua ,
Setinggi apa pun pendidikan kita , kita tidak mungkin
menguasai semua ilmu ,apalagi ketrampilan .

Ketiga ,
Kita membutuhkan orang lain , tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu .

Sumber tidak diketahui

Gun

written by gunawannice

Jun 11

Apa yang dimaksud dengan ?

Tri Tunggal Maha Kudus

Banyak orang yang belum mengetahui apa arti Tri Tunggal Maha Kudus, walau Ia Kristiani, banyak pertanyaan yang muncul,Berikut sekilas singkat Apa itu Tri Tunggal Maha Kudus :

  • Allah Bapa
  • Putra Terkasih Yesus
  • Roh kudus

Dimana banyak orang menanyakan apakah Allah memiliki tiga pribadi yang berbeda, banyak terjadi perdebatan.Tri Tunggal Maha Kudus dimana Allah tetaplah satu.

Allah mengutus putranya terkasih kedunia dimana ia Allah yang menjelma menjadi manusia dan saat Yesus mau diangkat kesurga, Ia berpesan kepada para muridnya bahwa ia tidak akan begitu saja meninggalkan mereka sendirian, tapi Ia berjanji akan mengutus Roh Kudus yang selalu mendampingi, melindungi dan menjaga kita selalu. Sampai hayat kita

Jadi Allah tak pernah meninggalkan kita anak anaknya yang terkasih.

Dimana kitalah yang sering meninggalkan-Nya dan menyakiti Hati-Nya

Kalau senang kita lupa Pada-Nya kalau sedih kita baru ingat Pada-Nya bahkan lebih kejam kita sering mencelah-Nya

Ia Rindu kita datang pada-Nya, Ia selalu menunggu kita pulang kerumah.

Salam Hangat Selalu

GUN

written by gunawannice

Jun 10

Dalam sebuah wawancara singkat saya pernah ditanya siapa idola Anda ? Salah satu dari sekian banyak idola yang juga saya kagumi adalah Mother Teresa. Alasannya sangat sederhana yaitu karena dia mau melakukan hal yang orang lain merasa agak enggan untuk melakukannya. Tanpa imbalan, tanpa komisi, tanpa meminta penghargaan, tanpa meminta pengakuan, tetapi apa yang dilakukan Mother Teresa adalah dalam hati, hanya atas satu dasar yaitu Cinta.

Saya teringat sebuah cerita yang sempat saya baca, mungkin Anda juga pernah mendengarnya. Cerita ini mengisahkan seorang tentara yang akan kembali ke kampung halamannya setelah berjuang di medan perang. Sebelum dia kembali ke rumahnya, dia menyempatkan untuk menelepon Ayahnya.

Tentara tersebut berkata kepada kedua orang tuanya ” Ayah saya akan pulang dalam minggu ini, tetapi saya berencana untuk mengajak rekan seperjuangan saya tinggal di rumah. Kedua orang tuanya sangat terbuka sekali dan mengatakan “Silakan anakku, kami akan dengan senang hati menerimanya.”

Continue reading »

written by Muk Kuang

Jun 02

Oleh : P. Nyoman Giri 
Berikut Novena yang bisa di gunakan sebagai salah satu penguat bagi Calon Pasutri yang hendak Melangsungkan pernikahan. Nama tertera hanyalah contoh, silahkan di sesuaikan.

NOVENA PERSIAPAN PERNIKAHAN
Yudhi dan Tina

I. 9 Thema

Mengapa Novena?             => ( Kisah I : 12 – 14 )
Moralitas Pernikahan        => ( Markus 10 : 6 – 9 )
Hukum Perkawinan           => Ratum et consumatum ( Mat 19 : 3 – 6 )
Pria – Wanita bersatu        => Psikis dan fisis berbeda untuk disatukan ( Mat 22 : 35 – 40 )
Cinta : dasar perkawinan  => Cinta = memberi (Kor I : 13 : 1 – 13)
Keluarga kristiani ideal     => ( Yoh 15 : 12 – 16 )
Kesejahteraan Keluarga    => ( Mat 5 : 1 – 12a )
Yudhi dan Tina                   => ( Mat 1 : 18 – 25 )
Keluarga Kudus Yesus, Maria, Yosef => ( Mat 2 : 13 – 15 )

Continue reading »

written by Yudhi Arie Baskoro

Mei 24

Oleh. Rm. Blasius Slamet Lasmunadi.

Illustrasi

“Romo Sinten, saya mengusulkan setiap minggu ke-5 diadakan Misa dengan bahasa Jawa (Yogya-Solo). Jadi cukup 4 kali dalam setahun!” begitulah usul Ibu Jerawati dalam pertemuan tim liturgi dari lingkungan dan stasi Paroki Terang Bulan. Romo Sinten tidak langsung menjawab, melainkan memberikan kesempatan kepada Bapak Jujur, koordinator Tim liturgi paroki untuk menanggapi terlebih dahulu. Dengan tenang, Pak Jujur menanggapi usulan tadi, “Begini Romo, Bapak Ibu, rasanya liturgy itu bukan soal boleh dan tidak, melainkan kita mesti mencari dan menemukan kemungkinan apakah Misa dalam bahasa Jawa itu memang dapat dilaksanakan. Misalnya, berapakah jumlah orang yang mengerti bahasa Jawa, sementara itu para imam kita itu, Romo Sinten dan Romo Kudhu, asal dari tanah pasundan Jawa Barat, dan dibesarkan juga di sana, jadi tentu lebih menguasai bahasa Jawa Sunda. Pendek kata, saya tidak akan mengatakan boleh dan tidak, tapi sekali lagi, manakah “kemungkinannya”: adakah potensinya, mungkinkah menggunakan bahasa Jawa (Metaraman) tapi sementara ada banyak orang yang sudah tidak lagi memahami?”

Mendengar jawaban Pak Jujur, Romo Kudhu yang ikut rapat juga ikut “nimbrung”, “Saudara-saudara, saya hanya akan menambahkan beberapa hal dari penjelasan Bapak Jujur tadi yang telah membuka sebuah jalan untuk membuat keputusan. Saya menambahkan pertimbangan ini, kalau dengan bahasa Jawa, sabda Tuhan hanya terdengar tetapi tidak dapat dimengerti oleh umat beriman yang merayakan Ekaristi, masihkah bahasa Jawa menjadi “relevan”? Sementara, pemahaman akan sabda Tuhan yang dibacakan dan diulas dalam homili menentukan makna rohani saat orang beriman berpartisipasi dalam doa syukur agung dan menyantap Tubuh dan Darah Kristus. Bagaimanakah “santapan surgawi” itu bermakna bagi pribadi mereka kalau tidak memahami “keseluruhan tema perayaan ekaristi”?

Dengan mendengarkan pertimbangan Romo Kudhu, Romo Sinten, sebagai Pastor Paroki, mengangguk-angguk, dia pun lalu menambahkan, “Terima kasih Romo Kudhu. Saya melanjutkan saja, pertanyaannya adalah mungkinkah orang sampai pada kesadaran akan tugas perutusan, “Marilah kita pergi kita diutus”. Bagaimana ia mengerti diutus kalau tidak memahami pokok-pokok iman yang mesti diwartakan? Bagaimana dapat memahami, kalau bahasa pengantar saja kurang dimengerti?”

Singkat cerita, Romo Sinten dan Romo Kudhu serta Pak Jujur, tidak memberikan keputusan melainkan memberikan berbagai pertimbangan untuk diputuskan sendiri oleh Ibu Jerawati. Ibu itu akhirnya mengatakan, “Para Romo dan para anggota Tim Liturgi, terima kasih atas pertimbangan yang diberikan tadi! Tanpa mengatakan setuju atau tidak atas usul saya, saya memahami pendapat Romo atas usul saya!”. Rapat liturgy kali ini berakhir tanpa keputusan melainkan berakhir dengan “belajar membuat pertimbangan”!

Continue reading »

written by blasius

Mei 10

Oleh: St. Yohanes Maria Vianney

Bapa bersukacita memandang hati Santa Perawan Maria Tersuci, sebagai karya tangan-Nya yang paling agung; sama seperti kita selalu senang akan karya kita sendiri, terlebih apabila hasilnya sungguh baik. Putra bersukacita atas hati Bunda-Nya, sumber darimana Ia mendapatkan Darah-Nya yang telah menebus kita. Roh Kudus bersukacita atas Bait-Nya. Para nabi mewartakan kemuliaan Maria sebelum kelahirannya; mereka memperbandingkannya dengan matahari. Sungguh, kehadiran Santa Perawan dapat diperbandingkan dengan seberkas sinar matahari yang cemerlang di pagi yang berkabut.

Sebelum kedatangan Maria, murka Allah menggelantung di atas kepala kita bagaikan sebilah pedang yang siap menebas kita. Segera setelah kehadiran Santa Perawan di dunia, murka-Nya reda…. Maria tidak tahu bahwa ia akan menjadi Bunda Allah. Ketika masih kanak-kanak, ia biasa berkata, “Bilakah aku memandang ciptaan agung yang akan menjadi Bunda Allah?” Santa Perawan dihadapkan kepada kita dua kali: dalam Inkarnasi dan di kaki salib; dengan demikian ia Bunda kita dua kali lipat. Santa Perawan seringkali diperbandingkan dengan seorang ibu, namun demikian ia tetap jauh lebih mengagumkan daripada seorang ibu terbaik sekalipun; sebab ibu terbaik kadang-kadang menghukum anaknya apabila anaknya itu mengecewakan hatinya, dan bahkan menghajarnya: ia pikir ia melakukan hal yang tepat. Tetapi, Santa Perawan tidak melakukan itu semua; ia begitu lembut hati hingga ia memperlakukan kita dengan penuh kasih sayang dan tak pernah sekali pun menghukum kita.

Continue reading »

written by metsar