“Domba-dombaku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.“ (Yoh 10:27-29)
Kutipan bacaan Injil dari kitab Yohanes tadi menjadi tema dari misa KMKI Münster yang kembali diadakan untuk kesekian kalinya di Präsepe gereja Kapuziner, tetapi istimewanya misa kali ini diselenggarakan dalam bahasa Indonesia dan dilayani oleh Pater Metodius Sarumaha, OFM Cap., yang sudah bersedia meluangkan waktu jauh-jauh datang dari Frankfurt.
Topik di atas terasa seperti air sejuk yang kembali menguatkan pengharapan kita di tengah-tengah perjuangan dan masalah hidup kita sehari-hari, apalagi di negeri orang, jauh dari keluarga dan orang-orang yang kita kasihi yang selama ini terbiasa kita andalkan pada saat dekat.
Tuhan adalah gembala kita dan kita adalah domba-domba-Nya, dan ia mengenal setiap domba-Nya, satu per satu, dengan sangat baik, memperhatikan kita dan tidak pernah mebiarkan kita sendirian ataupun kekurangan. Sikap Tuhan sudah jelas terhadap kita, janji dan kasih-Nya terhadap kita tidak akan pernah berubah, dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya. Pengalaman seperti itu dapat kita rasakan lewat pengalaman hidup kita sehari-hari, lewat doa atau sakramen-sakramen gereja. Kendalanya adalah kadang kita menjadi ragu dan tidak percaya, sehingga hubungan kita dengan Tuhan menjadi kurang harmonis dari pihak kita, dan telinga dan hati kita tertutup untuk mendengar sabda-Nya. Padahal kalau kita terus mendengarkan sabda Tuhan, selalu ada pengalaman-pengalaman baru yang akan kita alami, yang menunjukkan bahwa Tuhan selalu ada bersama kita dan mengasihi kita. Continue reading »
Komentar Terakhir