Des 25
Kemarin, 24 Desember 2008, seluruh Gereja Katolik serentak menggelar Misa Malam Natal. Ribuan orang berbondong-bondong datang ke Gereja untuk merayakan peringkatan Kelahiran Sang Juru Selamat, dan Gereja pun memberikan sebuah pesan Natal untuk menjadi bahan renungan kita bersama yaitu mengajak seluruh umat manusia untuk bergandengan tangan dan mewujudkan sebuah kehidupan yang penuh damai.

Kerap kali kita melihat dan mendengar konflik dimana-mana, kekerasan masih terjadi, kericuhan terkadang juga timbul, perselisihan yang tak pernah kunjung usai. Natal tidak sekedar sebuah perayaan semata, Natal tidak sekedar sebuah pesta makan malam, Natal tidak sekedar sebuah ucapan selamat saja, tapi Natal dapat menjadi momentum yang baik bagi kita semua untuk melakukan perubahan. Berubah ke arah yang lebih baik untuk mewujudkan kehidupan yang penuh damai. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan anggota keluarga, berdamai dengan rekan kerja, berdamai dengan sesama, dan juga berdamai dengan lingkungan.

Natal menjadi indah ketika diisi dengan proses untuk mau membaharui diri seturut kehendak-Nya. Banyak orang mengatakan manusia hidup tak pernah luput dari dosa. Hidup dengan rasa dendam, Hidup dengan rasa iri, Hidup dengan penuh emosi, Hidup dengan penuh konflik sana-sini. Hidup dengan tidak dipenuhi rasa syukur, Hidup dengan semangat menjatuhkan orang lain, Hidup dengan kesombongan. Apakah kita juga pernah melakukannya baik secara sadar maupun tidak sadar?

Mengutip salah satu lirik dari Ebiet G.Ade yang mengatakan

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..
 
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum… oh
Berubahlah agar Dia tersenyum
 Lirik yang luar biasa ini, seolah mau mengingatkan saya dan kita semua untuk mulai mengoreksi diri dan membenahi diri ke arah yang positif. Mau melihat diri ini secara utuh dan bertindak jujur terhadap diri sendiri terhadap kesalahan yang pernah kita perbuat. Damai akan terwujud ketika setiap individu mau mengupayakan itu mulai dari dalam sendiri. Kesalahan masa lalu menjadi pelajaran penting untuk kita renungkan agar tidak terulang. Kekesalan di masa lalu hendaknya tidak kita bawa terus menerus.

 

Kita ada di dunia untuk membawa terang bukan kegelapan.

Hidup berdampingan satu sama lain, tanpa adanya kekhawatiran akan saling melukai adalah sesuatu yang banyak orang impikan.Semoga kita mau dan mampu mewujudkannya dalam tindakan nyata di rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan masing-masing

Merry Christmas 2008 and May God Bless You and Your Family

Regards,

Muk Kuang (http://ignatiusmk.blogspot.com)

written by Muk Kuang

Nop 27

CHRIST:

My Child, the highest goal of your life is union with Me in Heaven. Let your intentions throughout the day be guided by this truth. In all things be sure to stay on the path which leads to Heaven. Do not become too deeply interested in the passing desires and brief enjoyments of this earthly life.

I have given you everything that you are and everything you have. All things come to you from Me, the Supreme Good. Whatever comes, accept it, use it, enjoy it, as I wish and as much as I wish

If you think only of satisfying yourself, without considering My approval, your mind becomes confused and your will becomes weak. Mistakes and sins will rob you of peace on earth and of unending happiness in Heaven. In all things, therefore, keep your eyes on Me.

Happy are those who desire only what I want, trying steadily to do My Will. Such people do not let themselves become completely absorbed by their daily activities. They frequently offer their daily activities to Me. They see the brevity of human contentment on Earth

Examine your motives in your daily words and actions. Find out how you may please Me more and avoid everything which may draw you away from Me.

THINK:

I was created for eternal happiness with God in Heaven. Everything else must take second place in my life, because if I lose Heaven, I will be losing everything. The sure guide to Heaven is God’s holy Will. If I follow it in my daily life, every moment on Earth will be a sure step toward the perfect happiness which my heart craves.

PRAY:

My God and loving Father, grant me the wisdom to think, speak and act each day as You want me to. May I never be such a fool as to disagree with your supreme goodness and wisdom. Nothing on earth can bring me any lasting happiness. Therefore, let me never sin for the sake of anything. I want to live for the perfect happiness for which You created me. Amen

From My Daily Bread book by Anthony . J. Paone, S.J. (A Summary of The Spiritual Life, simplified and arranged for daily reading, reflection and prayer)

written by gunawannice

Agu 28

Hahaha, Percaya atau tidak Tuhan bisa bercanda dengan kita, ini saya alami sendiri, beberapa waktu terakhir ini, hidup saya penuh dengan kesuntukan, banyak masalah menimpa, dan karena satu dan yang lain, kita memutuskan untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain (dengan harapan suasana baru akan membawa warna baru di kehidupan keluarga kita) kita sudah berusaha bangkit, menata kembali kehidupan, dan tidak lupa berdoa!, satu hari setelah saya memasang iklan, ada orang menelpon atas nama Anwar, yg mengatakan berminat dengan rumah saya, bla bla bla, akhirnya kita deal (agak heran juga karena orang ini gak pernah liat rumahku kok langsung deal???) Saya cuman berdoa ke Tuhan bahwa kalo ini memang jalan-Mu, maka terjadilah, akhirnya saya tau bahwa orang itu mencoba menipu saya, tapi yg saya heran mengapa kok saya tidak bisa marah, malah saya tertawa lepas, yg beberapa waktu terakhir ini tidak bsia saya lakukan, secara gak sadar saya mengatakan Tuhan kok bercandanya keterlaluan sih ? Tapi setelah itu saya sadar bahwa saya bisa tertawa lepas karena kejadian itu, dan saya percaya bahwa itulah cara Tuhan yg sangat misterius untuk menghibur aku, Hahaha baru aku tahu Allah yg Maha Pengasih dan Penyayang punya selera humor yg bagus pula, terima kasih Tuhan telah mengembalikan tawaku yg hilang………

written by gelvando

Jul 20

Kesulitan hidup, kelemahan manusia, kekosongan dan kekeringan dalam Doa, keluhan atas kegagalan harus di lihat sebagai kesempatan yang paling berharga untuk membiarkan Roh Allah mengisi hidup kita, membiarkan Allah Berkarya di dalam kita dan mengubah semua derita menjadi sukacita.

sering karena kelemahan kita, kita tidak tau apa yang kita doakan. Doa yang kita persembahkan dipersembahkan bagi kita oleh Roh Kudus  {Zl:Rm 8:26 } kita kerap mengeluh karena mengalami kekeringan dan kelesuan dalam doa. Hal itu disebabkan di sata pihak kita dapat meramalkan masa depan; dan di lain pihak dalam situasi tertentu kita tidak tahu apa yang terbaik bagi kita.

baik, para rekan-rekan wartakasih inilah yang harus kita renungkan bersama

written by leorius

Jul 08

“Syukur” sudahkah anda mengucapkan kata ini?

setiap hari kita mungkin selalu sibuk dengan kegiatan,pekerjaan,atau hal yang lainnya dan apa pun kesibukan , pekerjaan kita itu selalu membuahkan hasil, entah itu yang kita harapkan maupun tidak. Apa salah kita mengucapkan syukur atas semua itu???

Nah bagi rekan2 wartakasih berikan komentar anda tentang Apakah arti dari Syukur itu? karna saya juga masih belajar dan ingin mendalami Iman.

Terima kasih.

By. andreas novianto setiawan

written by leorius

Mar 31

Banyak orang ketika mengalami sebuah masalah entah itu bisnis yang gagal, kehilangan pekerjaan, dicemooh orang lain, penolakan yang selalu menghampiri, atau mungkin hubungan dengan rekan yang kurang baik, membuat mereka akhirnya memasuki sebuah fase dimana stress, depresi, kehilangan semangat, larut dalam kesedihan, dan segala aktivitas yang berujung kepada kemunduran diri.
Pernahkah Anda mengalami hal demikian?
Apa yang Anda lakukan jika menghadapi kondisi tersebut?

Tak satupun manusia jika ditanya mengingkan sebuah masalah terjadi didepan matanya. Semua pasti menginginkan yang indah dan kehidupan yang normal-normal saja. Tapi manusia hidup tak luput dari permasalahan. Bukan masalah yang harus diperdebatkan secara berkepanjangan, tetapi yang paling penting adalah apa yang kita lakukan terhadap masalah yang dialami.

Didalam tubuh kita, sudah dilekatkan sebuah kemampuan, kepercayaan diri, dan kekuatan luar biasa yang Sang Pencipta berikan. Ia percaya bahwa didalam diri kita masih mampu mengatasinya. Apapun yang Anda hadapi, tidak seharusnya menyerah kepada situasi. Anda mungkin berkata “Kamu tidak mengerti masalah yang kuhadapi ini, begitu tertekannya hidupku ini sampai tak satu orangpun memahaminya”, tapi satu hal yang harus dipahami betul bahwa mungkin masalah yang ada merupakan bagian untuk mendewasakan Anda, masalah yang Anda hadapi merupakan cara untuk membuat Anda belajar.

Continue reading »

written by Muk Kuang

Mar 03

Keinginan Kuat Aditiya

Aditiya bagus pratama kelahiran 29 Oktober 1999. Dia adalah anak pertama bapak anak dari pasangan Ignatius Sukardi dengan ninik Resmiyati tahun. kebun keuskupan Pangkalpinang. Mereka berdomisili di Jalan Tegal Rt5/rw2 Pasir Putih Pangkalpinang Bangka. Tanggal 31 Desember 2007 dia bermain ke rumah bapak Soba, bapak Moyo, dan beberapa rekannya. Di rumah bapak Soba, beberapa ratus meter dari rumahnya. Di rumah bapak Soba, Aditiya mempunyai teman sebaya. Temannya mempunyai mobil-mobilan. Melihat temannya asyik bermain, ia mau ikut bermain. Tetapi temannya tersebut tidak mengijinkan untuk memainkan mobil-mobilannya. Dari melihat mobil-mobilan tersebut timbullah keinginan Aditiya untuk memilikinya. Maka dia pulang menemui orang tuanya. Dia meminta kepada orang tuanya agar mereka membelikan mobil-mobilan seperti milik temannya. Ia harus menahan keinginan kuat tersebut karena orang tuanya tidak memberikan uang kepada Adit.

1 Januari 2008 banyak orang datang ke rumah bapak Kardi untuk memberikan salam tahun baru 2007 dan selamat Natal. Pukul 09.45 wib bapak Alun seorang pengusaha kerupuk di wilayah Pasir Putih datang memberi angpau Rp. 100.000 kepada Aditiya. Pukul 1415 wib teman kerja bapak Kardi masuk ke rumah bapak Kardi untuk memberi uang Rp. 100.000. Total angpau Aditiya 1 Januari 2008 adalah 200.000. Uang tersebut dibelikan mobil-mobilan seharga Rp. 200.000 dengan model sama milik teman tetangganya. Keinginan kuat Aditiya menjadi kenyataan.

Continue reading »

written by titusbudi

Jan 15

Bapak Anonius Tjong Li adalah salah seorang penduduk di pulau Mengkait kepulauan Anambas. Dia orang tionghoa tetapi dia memperkenalkan dirinya sebagai suku laut. Identitas ini dikenakan kepadanya karena dia tinggal di laut, hidup dari laut, setiap hari bergelut dengan laut. Mata pencaharian utama dia dari laut. Dia bagian tak terpisahkan dari laut. Bahkan dirinya mengibaratkan bahwa laut adalah saudaranya.

Awal mula pegangan hidupnya adalah kepercayaan (animisme). Setelah orang-orang Flores beragama katolik masuk ke wilayah pulau Mengkait, dia mulai mengenal agama katolik. Dia memutuskan untuk masuk menjadi agama katolik “Allah sangat dekat dengan saya! Saat saya menerima sakramen maha kudus atau mendengarkan sabda Tuhan, disitulah Allah dekat dengan hati saya. Ini keyakinan saya.”

Iman bahwa Tuhan sangat dekat dengan manusia sangat berdampak besar dalam kehidupan. Kisah nyata anak manusia suku laut ini pernah terjadi ketika dia naik perahu dari pulau mengkait ke pulau Tarempa 22 Desember 2007. katanya kepada penulis,“Saya naik pompong (perahu kecil) dari pulau mengkait pukul 2.00 wib. Sampai di pulau tarempa pukul 07.00 wib. Waktu berangkat hati harus mantap! Kemantapan hati mampu menerjang gelombang laut setinggi 5 meter pun pasti saya selamat! Sebaliknya kalau hati ragu, maka lebih baik saya tidak melaut! Keraguan bisa mencelakakan, sedangkan kematapan hati menyelamatkan! Saya yakin kalau Allah di pihak kita, pastilah saya selamat!”

Tjong Li tidak berpendidikan tinggi. Namun demikian ia mempunyai iman bahwa Allah menyertainya. Kalau Allah menyertainya, maka dia pasti selamat. Keyakinan bahwa dia selamat ini membuahkan kemantapan hati. Mampukah kita mempunyai iman secuil seperti anak suku laut ini? Semoga. (salam dan doa dari bangka, wisma keuskupan 7 Januari 2007).

written by titusbudi

Jan 09

Layaknya sebuah rumah yang membutuhkan kunci untuk masuk kedalamnya, kehidupan yang damai dan sejahtera-pun membutuhkan kunci agar mampu merasakannya.
Lalu apa kunci kehidupan di dunia ini?
Banyak orang beranggapan bahwa untuk menikmati kehidupan yang damai seseorang membutuhkan harta berlimpah, rumah yang mewah, deposito yang besar, jabatan yang tinggi, status sosial yang membanggakan. Apakah betul itu semua yang menjamin agar dapat merasakan kehidupan di dunia menjadi lebih baik?

Semua yang dianggap ‘wah’ diatas tidak menjamin seseorang merasa bahagia, Semua yang dianggap ‘mewah’ diatas bersifat sementara. Ada orang yang memiliki harta berlimpah tapi keluarganya cerai, Ada orang yang memiliki jabatan tinggi di hujat karena diduga melakukan korupsi. Apalah arti itu semua kalau pada akhirnya hanya akan memberi beban mental, keprihatinan, penderitaan batin?. Memang tidak berarti apa-apa, sebab itu semua hanya sebuah titipan, yang mungkin saja sewaktu-waktu dapat hilang, dan pada akhirnya tidak dapat menjamin apapun dalam hidup ini.

Lalu apa 3 Kunci kehidupan yang sebenarnya jika hal tersebut diatas hanya sementara?

Kunci Pertama : IMAN
Jangan pernah kehilangan iman kepercayaan Anda pada Sang Pencipta. Apa yang telah Anda pelajari tentang kebaikan, sekiranya itu menjadi pegangan dalam hidup ini. Dikala situasi sulit menimpa, kembali berpegang pada iman masing-masing agar selalu dikuatkan. Dikala godaan menghampiri, sadarkan diri Anda bahwa jangan sampai dikalahkan oleh godaan yang bersifat kenikmatan sesaat. Gembira atau sedih biarlah iman selalu hidup dalam diri setiap manusia.

Kunci Kedua : HARAPAN
Selama matahari masih bersinar dipagi hari, selama Anda masih bernafas ketika bangun pagi, berarti harapan akan selalu ada dalam hidup ini. Seseorang akan merasakan hidup yang luar biasa, ketika ia selalu membangkitkan harapan positif dalam hidup ini. Meskipun pengalaman pahit pernah menghiasi buku harian Anda, penderitaan yang selalu Anda alami, percayalah selama harapan Anda akan esok hari selalu positif, maka badai yang selama ini hadir pasti akan berlalu. Yang terpenting adalah apakah seseorang masih memiliki harapan ketika dunia semakin keras terhadap dirinya. Hidup dengan harapan yag positif-lah yang akan menggerakkan langkah Anda menuju sesuatu yang baik, lebih termotivasi untuk mewujudkan sesuatu, dan semakin memiliki kepercayaan diri bahwa diri Anda adalah pribadi yang luar biasa.

Kunci Ketiga : KASIH
Bunda Teresa selalu menyebarkan virus kasih kepada siapapun yang membutuhkannya. Tidak peduli ia cantik, sakit, ataupun miskin, karena siapapun didunia ini berhak menerima cinta kasih. Hidup dengan kasih adalah awal menuju perdamaian. Mengapa ada perceraian, mengapa ada peperangan, mengapa ada kekerasan, mengapa ada rasa dendam? Penyebabnya sangat sederhana, karena belum adanya kasih dalam diri masing-masing untuk disebarkan bagi banyak orang. Anda baru bisa menyebarkan virus kasih, kalau Anda sudah menciptakannya dalam diri Anda sendiri dengan mulai menerima diri Anda apa adanya, mensyukuri segala karunia Tuhan dalam hidup ini.

Ketiga kunci ini bisa dijadikan pegangan maupun pelengkap hidup Anda menjadi lebih baik. Tak peduli apakah Anda termasuk orang yang kaya atau sederhana, punya jabatan yang tinggi atau tidak, bawalah selalu ketiga kunci ini untuk membantu Anda membuka pintu-pintu kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan. Anda tentu tidak mau ini hanya bersifat sementara, maka bawalah selalu kunci tersebut dalam hidup Anda.
Salam Pemenang,
Muk Kuang
Book Author ‘Think and Act like A Winner’
People Development Trainer
http://ignatiusmk.blogspot.com
mukkuang@gmail.com

written by Muk Kuang

Okt 16

Hidup berkelimpahan tapi tidak ada kedamaian
Punya rumah mewah tapi penuh dengan kesombongan
Kaya akan pengalaman tapi memandang remeh yang masih baru
Memiliki prestasi yang tinggi ditambah hati yang tinggi pula

Apakah hal ini bisa dikatakan sebuah kekayaan?

Bagaimana dengan mereka yang….

Hidup berkecukupan tapi penuh kedamaian
Punya rumah yang sederhana tapi sangat ramah
Kurang pengalaman tapi selalu terbuka untuk belajar dari siapa saja
Prestasi yang biasa saja tapi memiliki sifat yang rendah hati?

Apakah ini sebuah kekayaan yang sebenarnya?

Tidak masalah apakah seseorang hidup berkelimpahan atau berkecukupan
Tidak masalah apakah rumahnya di kompleks mewah atau hanya di gang kecil
Tidak masalah apakah sudah bertahun-tahun pengalaman atau yang masih mencoba
Tidak masalah apakah prestasinya tinggi atau biasa saja

Karena terkadang banyak orang tidak melihat dari itu semua, sebab itu sifatnya sementara
Yang terpenting adalah bagaimana hati yang dimiliki seseorang bila memiliki itu semua.

Menjadi pribadi yang berpengalaman, berprestasi, punya kehidupan yang lumayan mewah bukanlah sebuah masalah besar dan memang tidak ada salahnya, tetapi ketika hal itu tidak diiringi dengan kedamaian, kejujuran, keterbukaan terhadap orang lain, dan kerendahan hati maka hal ini yang akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam hidup.

Kaya akan hati akan lebih baik daripada kaya akan harta duniawi.
Bersyukurlah jika kita memiliki keduanya

Semoga kita semua bisa terus belajar segala sesuatu yang baik dalam hidup ini, dan menjadi pribadi yang lebih kaya setiap harinya.

Regards,

Muk Kuang(mukkuang@gmail.com)

written by Muk Kuang