Jun 17

Sofi adalah seorang ibu muda. Pukul 17 wib, 14 Juni 2008 dia dibawa ke balai pengobatan baktiwara Koba Bangka karena dia sudah mau melahirkan. Suami mondar-mandir di depan pintu ruang bersalin. Wajah mama kandung Sofi sedikit pucat. Beberapa sahabat menunggu dengan cemas. Tetes-tetes keringat sang bidan mulai mengucur. Seluruh keahlian dikerahkan untuk membantu proses kelahiran Sofi. Seakan anak dalam kandungan masih tetap mau tinggal dalam rahim ibu. Mungkin dia lebih tenang di dalam daripada di luar dunia.

Saudari Elisabet Chin-chin sahabat Sofi menelpon seorang imam di jalan Batu Kadera XXI N0 545 A Pangkalpinang 33147. “Pastor tolong doakan sofi. Lapisan demi lapisan sudah dilalui. Bidan berpengalaman belum juga mampu membantu mengeluarkan bayi dalam rahim Sofi. Mohon doa dari pastor! Doa pastor khan manjur!”

Kepala pastor manggut-manggut. Orang mau melahirkan minta tolong seorang imam. Mungkin Sofi terlalu tegang pada saat dia mau melahirkan anak pertama. Mungkin rasa tegang tersebut membuat dia susah melahirkan. Langkah tepat untuk membantunya adalah menghantar dia rileks. “Ambillah air suci. Buatlah tanda salib di kedua telap kaki, kedua telapak tangan, dan di dahi. Setiap membuat tanda salib sambil mengucapkan dalam nama Bapa dan putera dan roh kudus. Amen. Usaplah jidat Sofi dengan air suci!”

Continue reading »

written by titusbudi \\ tags: