TERIMA KASIH TUHAN Iman Bisa LowBet
Mar 03

Keinginan Kuat Aditiya

Aditiya bagus pratama kelahiran 29 Oktober 1999. Dia adalah anak pertama bapak anak dari pasangan Ignatius Sukardi dengan ninik Resmiyati tahun. kebun keuskupan Pangkalpinang. Mereka berdomisili di Jalan Tegal Rt5/rw2 Pasir Putih Pangkalpinang Bangka. Tanggal 31 Desember 2007 dia bermain ke rumah bapak Soba, bapak Moyo, dan beberapa rekannya. Di rumah bapak Soba, beberapa ratus meter dari rumahnya. Di rumah bapak Soba, Aditiya mempunyai teman sebaya. Temannya mempunyai mobil-mobilan. Melihat temannya asyik bermain, ia mau ikut bermain. Tetapi temannya tersebut tidak mengijinkan untuk memainkan mobil-mobilannya. Dari melihat mobil-mobilan tersebut timbullah keinginan Aditiya untuk memilikinya. Maka dia pulang menemui orang tuanya. Dia meminta kepada orang tuanya agar mereka membelikan mobil-mobilan seperti milik temannya. Ia harus menahan keinginan kuat tersebut karena orang tuanya tidak memberikan uang kepada Adit.

1 Januari 2008 banyak orang datang ke rumah bapak Kardi untuk memberikan salam tahun baru 2007 dan selamat Natal. Pukul 09.45 wib bapak Alun seorang pengusaha kerupuk di wilayah Pasir Putih datang memberi angpau Rp. 100.000 kepada Aditiya. Pukul 1415 wib teman kerja bapak Kardi masuk ke rumah bapak Kardi untuk memberi uang Rp. 100.000. Total angpau Aditiya 1 Januari 2008 adalah 200.000. Uang tersebut dibelikan mobil-mobilan seharga Rp. 200.000 dengan model sama milik teman tetangganya. Keinginan kuat Aditiya menjadi kenyataan.

Kisah nyata Aditia yang dituturkan oleh kedua orang tuanya menginspirasikan saya. Pertama orang harus mempunyai goal. Kedua, goal tersebut sangat mungkin menjadi kenyataan kalau didasari hasrat diri kuat. Ketiga, orang harus berjuang untuk meraih goal tersebut dengan aneka cara yang ekologis dan sesuai kemampuannya. Berpijak dari pengalaman Aditiya tersebut saya mencoba menerapkan hal tersebut kepada para klien yang datang kepada saya. Berikut ini salah satu kisah nyata dari banyak kisah.

 

Keinginan Kuat Welli

Saudara Welli datang ke wisma keuskupan Pangkalpinang tanggal 12 Februari 2008. Ia meminta tolong kepada saya untuk membantu mendoakan agar mobilnya cepat terjual. Ia sudah memasang iklan di Bangka Pos, tetapi belum saja ada orang datang untuk membeli mobilnya terjual. Ia pun sudah berdoa di St Yusuf Jalan Gereja N0. 2 Pangkalpinang.

Saya bertanya kepada Welli,” sekarang keinginan sangat kuatmu apa?”
Jawabnya,”saya mau mendapatkan keuntungan 10.000.000 dari penjualan mobil.”
“Kalau begitu tulislah keinginan kuatmu dengan jelas di kertas!” saran saya kepada Welli.

Dia mengambil kertas HVS dan pena. Berikut ini adalah tulisan Welli : “Saya sungguh-sungguh menginginkan mendapatkan keuntungan 10.000.000 dari penjualan mobil Honda Jazz B 8136 UW tahun 2005 seharga 127.500.000 pada tanggal 13 Februari 2008 di pangkalpinang Bangka.”

“Anda harus meyakini bahwa tulisanmu tersebut sudah menjadi kenyataan sekarang ini, saat ini!”

Setelah Welli menuliskan keinginan kuat di secarik kertas saya mengajaknya untuk berdoa sejenak. Saya membimbingnya dengan doa terpimpin untuk memasuki keheningan dengan tubuh dan pikiran rileks. Setelah dia bisa hening, saya menyarankan untuk menvisualisasikan keinginan kuatnya. Di penghujung doa bersama saya menyarankan Welli untuk bersyukur kepada Tuhan atas terkabulnya keinginannya. Sebagai ungkapan syukur juga saya menyarankan welli untuk berdoa rosario dan membakar intensinya di gua maria Yung Fo keuskupan Pangkalpinang.

Pukul 12.35 wib 13 Februari 2008 ia menelpon saya. “Pastor, mobil saya sudah terjual! Saya mendapatkan keuntungan 10.000.000 sesuai dengan keinginan saya. Terimakasih.”

Welli mempunyai goal yakni ia ingin mendapatkan keuntungan Rp. 10.000.000 dari penjualan mobil. Keinginan kuat Weli diwujudkan dengan perjuangannya. Usaha untuk mewujudkan keinginannya yang tercatat adalah dia memasang iklan di bangka pos, berdoa setiap hari di gereja, berdoa di gua maria, meyakini intensi doanya bahwa doanya sudah menjadi kenyataan dan berdiskusi dengan rekannya. Apakah pengalaman Welli dan Aditya bisa diterapkan kepada orang lain?

 

KUNCI SUKSES

Meminjam pemikiran Wiwoho dalam artikel personal power (materi training personal power yang saya ikuti), ada 4 kiat sukses, yakni rancang hasil anda (setting your Outcome), bertindahlah (take massive Action), peka terhadap perkembangan (sensory Acuity), dan luwes (change your approach). Saya mencoba memadukan pengalaman hidup saya dengan materi training personal power tersebut. Berdasarkan pengalaman saya mendampingi klien, saya pernah mencoba menerapkan hal tersebut dalam bidang keluarga, kontribusi, emosi, kerohanian, kesehatan, mencari jodoh, uang, kesenangan, dan lain-lain. Banyak keinginan kuat klien terwujud dengan langkah-langkah tersebut.

Bagaimanakah mungkin kita bisa mencapai goal kalau kita tidak mempunyai goal? Bagaimanakah mungkin kita bisa mencapai tujuan kalau kita hanya berdiam tak bertindak: iman tanpa perbuatan adalah konyol! Bagaimana mungkin kita bisa mencapai puncak kalau kita tidak mengantongi keyakinan? Bagaimana mungkin kita bisa mencapai kesempurnaan kalau kita tetap memaksakan kehendak berjalan di jalur yang sama ternyata tak jitu? Bagaimana mungkin kita tabah dalam perjuangan kalau kita berjuang sendiri?

Keempat kiat sukses memang sangat membantu hidup kita. Penyelenggaraan Tuhan dalam hidup adalah yang utama dalam meraih visi kita ke depan. Tanpa Tuhan dalam langkah kita mencapai goal, kita tak seobahnya seperti seorang atheis praktis atau atheis teoritis. Semoga masing-masing kita mulai sekarang menuliskan goal masuk ke surga – bahagia dunia akhirat – selamat lahir batin - dengan jelas. Saya yakin kita mendapatkan kebahagiaan berkat rahmat Tuhan. (Pastor Titus budiyanto, wisma keuskupan Pangkalpinang, 20 Februari 2008

written by titusbudi

One Response to “Keinginan Kuat Kunci Sukseskah”

  1. accept Says:

    kurang lebih kalau dr pandangan saya sbg org awam mungkin keingnan kuat yg menghasilkan goal itu ya..IMAN

Leave a Reply